Sejak 31 Desember 2023, Singa dari suku Yehuda telah menyingkapkan kebenaran-kebenaran kenabian menurut suatu urutan tertentu. Urutan tersebut dapat dengan mudah diketahui dengan menelaah artikel-artikel yang telah diterbitkan di situs web Future for America. Dalam bulan-bulan terakhir ini, kebenaran-kebenaran yang telah disingkapkan itu banyak jumlahnya dan mendalam! Urutan itu bukanlah acak; melainkan disengaja. Rangkaian tersebut secara jelas menunjukkan suatu proses berurutan yang disengaja, yang dilaksanakan oleh Kristus, sebagai Singa dari suku Yehuda, ketika Ia menyingkapkan pesan-pesan pengujian terakhir kepada gereja dan sesudah itu kepada dunia. Di dalam kitab Wahyu, Singa dari suku Yehuda mengambil gulungan kitab yang dimeteraikan dengan tujuh meterai dan membuka meterai-meterainya satu per satu, sesuai urutan.
Akan Dinyatakan Menurut Urutan Masing-Masing
Setelah ketujuh guruh ini memperdengarkan suaranya, perintah itu datang kepada Yohanes seperti halnya kepada Daniel mengenai kitab kecil itu: "Meterailah hal-hal yang dikatakan oleh ketujuh guruh itu." Hal-hal ini berkaitan dengan peristiwa-peristiwa masa depan yang akan dinyatakan menurut urutannya. Daniel akan mendapat bagiannya pada akhir zaman. Yohanes melihat bahwa kitab kecil itu dibuka meterainya. Kemudian nubuat-nubuat Daniel menempati tempatnya yang semestinya dalam pekabaran malaikat pertama, kedua, dan ketiga yang harus diberikan kepada dunia. Pembukaan meterai atas kitab kecil itu adalah pekabaran yang berkaitan dengan waktu.
Kitab Daniel dan Kitab Wahyu adalah satu. Yang satu adalah nubuat, yang lain penyataan; yang satu kitab yang dimeteraikan, yang lain kitab yang dibukakan. Yohanes mendengar rahasia-rahasia yang diucapkan oleh guruh-guruh itu, tetapi ia diperintahkan untuk tidak menuliskannya.
Terang khusus yang diberikan kepada Yohanes yang dinyatakan dalam tujuh guruh merupakan penggambaran peristiwa-peristiwa yang akan terjadi di bawah pekabaran malaikat pertama dan kedua. Bukanlah yang terbaik bagi umat untuk mengetahui hal-hal ini, karena iman mereka memang harus diuji. Dalam rencana Allah, kebenaran-kebenaran yang paling menakjubkan dan lebih maju akan diwartakan. Pekabaran malaikat pertama dan kedua harus diwartakan, tetapi tidak ada terang lebih lanjut yang akan dinyatakan sebelum pekabaran-pekabaran ini menyelesaikan pekerjaan khususnya. Hal ini dilambangkan oleh malaikat yang berdiri dengan satu kaki di laut, memaklumkan dengan sumpah yang paling khidmat bahwa waktu tidak akan ada lagi. Komentar Alkitab Advent Hari Ketujuh, jilid 7, 971.
Penyingkapan terakhir mengenai "tujuh guruh" dibukakan sesudah tahun 2023, dan hal itu menyingkapkan bahwa "tujuh guruh" melambangkan kekecewaan alfa yang pertama hingga kekecewaan omega yang terakhir. Yohanes tidak diizinkan untuk menjabarkan "tujuh guruh", sebab penyingkapan tentang "tujuh guruh" bukanlah suatu penggenapan sejarah yang tunggal, melainkan suatu ilustrasi tentang suatu "garis besar peristiwa" yang terjadi dalam sejarah kaum Millerit, yang akan terjadi kembali pada hari-hari terakhir. Penggenapan yang sempurna diperlihatkan untuk menggambarkan sejarah dari 18 Juli 2020 hingga undang-undang Hari Minggu yang segera tiba. Sang Singa membukakan terang itu untuk menerangi sejarah pendirian Bait Suci seratus empat puluh empat ribu.
Dalam sejarah Millerit, "tujuh guruh" melambangkan 1798 hingga 1844, yaitu ketika para Millerit memaparkan "kebenaran-kebenaran yang paling mengagumkan dan maju." Dalam melaksanakan pekerjaan yang dipercayakan kepada mereka, para Millerit diuji. Mereka tidak sepenuhnya memahami pekabaran yang mereka beritakan, atau sejarah yang sedang mereka genapi. Kebenaran-kebenaran yang mereka wartakan itulah yang didefinisikan oleh Saudari White sebagai "kebenaran-kebenaran yang maju", yang tidak akan dipahami sampai setelah pekabaran malaikat pertama dan kedua menyelesaikan pekerjaan mereka.
Ketika "tujuh guruh" mencapai penggenapan yang sempurna, "peristiwa-peristiwa masa depan" itu diwakili oleh pekabaran tiga malaikat dalam Wahyu pasal empat belas yang dipadukan dengan Kitab Daniel. Pekerjaan seratus empat puluh empat ribu, yang diwakili oleh "peristiwa-peristiwa masa depan" dari "tujuh guruh", adalah menggabungkan Kitab Daniel dengan pekabaran tiga malaikat.
Tuhan akan segera menghukum dunia karena kejahatannya. Ia akan segera menghukum badan-badan keagamaan karena penolakan mereka terhadap terang dan kebenaran yang telah diberikan kepada mereka. Pekabaran besar, yang menggabungkan pekabaran malaikat pertama, kedua, dan ketiga, harus diberikan kepada dunia. Ini harus menjadi beban pekerjaan kita. Komentari Alkitab Advent Hari Ketujuh, jilid 7, 950.
Sejak 31 Desember 2023, Singa dari suku Yehuda terus-menerus membuka meterai atas kebenaran-kebenaran profetis menurut suatu "urutan" tertentu.
Sejarah Kaum Millerit
Ada orang-orang yang kini hidup yang, dalam mempelajari nubuatan-nubuatan Daniel dan Yohanes, menerima terang besar dari Allah ketika mereka menapaki wilayah di mana nubuatan-nubuatan khusus sedang digenapi menurut tertibnya. Mereka membawa pekabaran waktu kepada umat. Kebenaran itu bersinar jelas seterang matahari pada tengah hari. Peristiwa-peristiwa sejarah, yang memperlihatkan penggenapan nubuatan secara langsung, dihadapkan kepada umat, dan nubuatan itu terlihat sebagai suatu penggambaran kiasan tentang peristiwa-peristiwa yang mengarah kepada penutupan sejarah bumi ini. Selected Messages, buku 2, hlm. 101, 102.
"Urutan" di mana Kristus selama ini telah membukakan pekabaran Seruan Tengah Malam itu merepresentasikan "peristiwa-peristiwa sejarah" yang menunjukkan "penggenapan langsung dari nubuat" yang menuntun kepada penutupan masa kasihan. Penggenapan langsung dari nubuat pada hari-hari terakhir bukanlah suatu penyataan nubuat-nubuat yang didasarkan pada waktu, tetapi Palmoni tetap memakai bilangan-bilangan untuk mengidentifikasi penggenapan-penggenapan langsung dari nubuat. Waktu tidak ada lagi, dan sekalipun kaum Millerit "membawakan pekabaran waktu" kepada generasi mereka, pekabaran malaikat ketiga lebih kuat daripada "waktu."
"Tuhan telah menunjukkan kepadaku bahwa pekabaran malaikat ketiga harus disampaikan dan diberitakan kepada anak-anak Tuhan yang tercerai-berai, dan bahwa itu tidak boleh digantungkan pada penentuan waktu; karena waktu tidak akan pernah menjadi ujian lagi. Aku melihat bahwa sebagian orang mendapatkan kegairahan yang palsu yang timbul dari pengkhotbahan tentang waktu; bahwa pekabaran malaikat ketiga lebih kuat daripada soal waktu. Aku melihat bahwa pekabaran ini dapat berdiri di atas dasarnya sendiri, dan bahwa ia tidak memerlukan penentuan waktu untuk menguatkannya, dan bahwa itu akan maju dengan kuasa yang besar, melakukan pekerjaannya, dan akan dipersingkat dalam kebenaran." Pengalaman dan Pandangan, 48.
“Tata urut” pembukaan meterai atas kebenaran-kebenaran nubuatan menandai suatu sejarah yang progresif, namun juga menandai perkembangan pekabaran itu. “Tata urut” dari sejarah yang direpresentasikan itu, dan juga jejak langkah tentang bagaimana Singa dari suku Yehuda telah terus membukakan pekabaran itu sejak 31 Desember, keduanya perlu dipahami demi keselamatan. Pada Juli 2023, suatu suara di padang gurun mulai mempersiapkan jalan bagi pembukaan meterai pada 31 Desember 2023. Kemudian Singa dari suku Yehuda membuka meterai atas Kitab Wahyu pasal pertama.
Tiada yang lain
"Pesan-pesan yang khidmat yang telah diberikan menurut urutannya di dalam Kitab Wahyu harus menempati tempat utama dalam pikiran umat Allah. Tidak ada hal lain yang boleh dibiarkan menguasai perhatian kita." Testimonies, jilid 8, 301, 302.
Artikel-artikel yang dimulai pada tahun 2023 hendaknya “menempati tempat pertama dalam pikiran umat Allah.”
Segala yang telah Allah tetapkan dalam sejarah nubuatan untuk digenapi pada masa lalu telah digenapi, dan semua yang masih akan datang sesuai urutannya akan digenapi. Daniel, nabi Allah, berdiri di tempatnya. Yohanes berdiri di tempatnya. Dalam Kitab Wahyu, Singa dari suku Yehuda telah membuka Kitab Daniel bagi para pelajar nubuatan, dan dengan demikian Daniel berdiri di tempatnya. Ia menyampaikan kesaksiannya, yaitu apa yang Tuhan nyatakan kepadanya dalam penglihatan tentang peristiwa-peristiwa besar dan khidmat yang harus kita ketahui ketika kita berdiri tepat di ambang penggenapan peristiwa-peristiwa itu.
"Dalam sejarah dan nubuatan, Firman Allah menggambarkan pertentangan yang telah lama berlangsung antara kebenaran dan kesesatan. Pertentangan itu masih terus berlangsung. Hal-hal yang telah terjadi akan terulang kembali." Selected Messages, buku 2, 109.
Tiga puluh
Pesan Daniel pasal sebelas ayat empat puluh telah dibuka meterainya dan diformalkan pada tahun 1996. Tiga puluh tahun kemudian, sejarah tersembunyi dari ayat yang sama itu kini sedang disingkapkan sehubungan dengan diformalkannya pesan Seruan Tengah Malam, yakni suatu pesan yang terdiri atas prediksi eksternal tentang Islam yang telah dikoreksi, dalam kaitannya dengan pesan internal Seruan Tengah Malam yang telah dikoreksi. Pesan Seruan Tengah Malam diproklamasikan sebelum undang-undang Hari Minggu pada ayat enam belas, sebab pada undang-undang Hari Minggu itulah pintu ditutup dalam perumpamaan itu.
Petrus
Hal ini menempatkan Petrus dalam sejarah pemeteraian seratus empat puluh empat ribu. Petrus memiliki pekabaran yang diberitakannya di ruang atas, dan pekabaran yang diberitakannya di Bait Allah. Pekabaran ruang atas itu adalah Seruan Tengah Malam dari perumpamaan tersebut, dan pekabaran di Bait Allah adalah seruan nyaring malaikat ketiga. Agar Petrus dapat memberitakan pekabaran ruang atas tentang Seruan Tengah Malam, pekabaran Petrus terlebih dahulu harus dikoreksi dan diformalkan. Koreksi dan formalisasi itu dilaksanakan dengan menghimpun garis-garis nubuatan yang telah diidentifikasi oleh Singa dari suku Yehuda sejak 31 Desember 2023.
Pekerjaan sekarang ini adalah memformalkan pekabaran Seruan Tengah Malam. Formalisasi pekabaran itu telah ditipologikan oleh William Miller pada tahun 1831, dan oleh majalah The Time of the End pada tahun 1996. Koreksi atas pekabaran yang menghasilkan kekecewaan pertama pada 18 Juli 2020 telah ditipologikan baik oleh Josiah Litch maupun oleh Samuel Snow. Pekerjaan yang dilakukan masing-masing dari mereka ‘menyebabkan’ ‘akibat’ yang menyusul setelah 11 Agustus 1840, dan yang menyusul setelah gerakan bulan ketujuh. Pada tahun 1840 pekabaran itu dibawa ke setiap pos misi di seluruh dunia, dan pada tahun 1844 pekabaran Seruan Tengah Malam menyapu pesisir timur Amerika Serikat bagaikan gelombang pasang. Pekerjaan manusia ‘menyebabkan’ ‘akibat’ berupa pencurahan Roh Kudus. Peristiwa 1840 menjangkau dunia, yang dilambangkan oleh laut, dan peristiwa 1844 menjangkau Amerika Serikat, yang dilambangkan oleh bumi. Simbol 1840 adalah Kristus berdiri di atas bumi dan laut dalam Wahyu pasal sepuluh, dan pasal itulah yang mengidentifikasi sejarah dari 1840 hingga 1844, serta menggambarkan Kristus berdiri di atas bumi dan laut.
Pada tahun 1840 maupun 1844, penyesuaian terhadap prediksi itu merupakan penyesuaian yang maju dalam waktu, menuju tanggal yang tepat. Yang satu adalah prediksi tentang Islam dan yang lain adalah prediksi mengenai perumpamaan sepuluh gadis. Yang satu bersifat eksternal dan yang lain bersifat internal. Tahun 1844 juga mencakup suatu kekeliruan berupa kesalahpahaman tentang Bait Suci. Apakah Bait Suci itu bumi, ataukah Bait Suci surgawi? Kesalahpahaman itu bahkan lebih mendalam daripada sekadar definisi tentang Bait Suci, sebab hal itu juga merupakan suatu ujian apakah suatu jiwa akan mengikuti Kristus dari Ruang Kudus ke Ruang Maha Kudus.
Aku melihat Bapa bangkit dari takhta, dan dengan sebuah kereta yang menyala-nyala masuk ke Ruang Maha Kudus di balik tabir, lalu duduk. Kemudian Yesus bangkit dari takhta, dan sebagian besar dari mereka yang sedang bersujud bangkit bersama-Nya. Aku tidak melihat seberkas pun terang berpindah dari Yesus kepada orang banyak yang lalai setelah Ia bangkit, dan mereka ditinggalkan dalam kegelapan yang sempurna. Mereka yang bangkit ketika Yesus bangkit, menatap kepada-Nya tanpa beralih ketika Ia meninggalkan takhta itu dan menuntun mereka sedikit keluar. Lalu Ia mengangkat lengan kanan-Nya, dan kami mendengar suara-Nya yang indah berkata, 'Tunggullah di sini; Aku pergi kepada Bapa-Ku untuk menerima kerajaan; peliharalah pakaianmu tetap tak bernoda, dan sebentar lagi Aku akan kembali dari perjamuan kawin dan menerima kamu bagi Diri-Ku.' Kemudian sebuah kereta yang diliputi awan, dengan roda-roda seperti api yang menyala-nyala, dikelilingi oleh para malaikat, datang ke tempat Yesus berada. Ia melangkah masuk ke dalam kereta itu dan dibawa ke Ruang Maha Kudus, tempat Bapa duduk. Di sana aku memandang Yesus, Imam Besar yang agung, berdiri di hadapan Bapa. Pada keliman jubah-Nya ada sebuah lonceng dan sebuah buah delima, sebuah lonceng dan sebuah buah delima. Mereka yang bangkit bersama Yesus menaikkan iman mereka kepada-Nya di Ruang Maha Kudus, dan berdoa, 'Bapa-Ku, berikanlah kepada kami Roh-Mu.' Kemudian Yesus menghembuskan Roh Kudus atas mereka. Dalam hembusan itu ada terang, kuasa, serta kasih, sukacita, dan damai sejahtera yang berlimpah.
"Aku berpaling untuk memandang rombongan yang masih bersujud di hadapan takhta; mereka tidak mengetahui bahwa Yesus telah meninggalkannya. Setan tampak berada di sisi takhta, berusaha melanjutkan pekerjaan Allah. Aku melihat mereka menengadah kepada takhta dan berdoa, 'Bapa, karuniakanlah kepada kami Roh-Mu.' Kemudian Setan menghembuskan ke atas mereka suatu pengaruh yang tidak kudus; di dalamnya ada terang dan banyak kuasa, tetapi tidak ada kasih yang manis, sukacita, dan damai sejahtera. Tujuan Setan ialah mempertahankan mereka dalam keadaan tertipu serta menarik kembali dan menipu anak-anak Allah." Early Writings, 55, 56.
Tempat Kudus diidentifikasi sebagai "kunci" yang menjelaskan semua kesalahpahaman yang ditimbulkan oleh kesalahpahaman mengenai Tempat Kudus. Itulah "kunci" yang menjelaskan kekecewaan itu. Pada hari-hari terakhir, "kunci" itu adalah kekecewaan, yang menjelaskan kesalahpahaman tentang Bait Suci.
Sejak 22 Oktober 1844 “waktu tidak ada lagi”, dan kesalahan dari kekecewaan 18 Juli 2020 kini harus dikoreksi, tetapi bukan dalam hal waktu, sebab waktu tidak ada lagi.
Dan malaikat yang kulihat berdiri di atas laut dan di atas bumi itu mengangkat tangannya ke langit, dan bersumpah demi Dia yang hidup sampai selama-lamanya, yang menciptakan langit dan segala yang ada di dalamnya, dan bumi dan segala yang ada di dalamnya, dan laut dan segala yang ada di dalamnya, bahwa tidak akan ada lagi waktu; tetapi pada hari-hari ketika suara malaikat yang ketujuh terdengar, ketika ia mulai memperdengarkan suaranya, rahasia Allah akan diselesaikan, sebagaimana Ia telah menyatakannya kepada hamba-hamba-Nya, para nabi. Wahyu 10:5-7.
Lokasi nubuat yang harus dikoreksi adalah Nashville, Tennessee, dan lokasi itu tidak dapat diubah, sebab lokasi itu ditunjuk bukan oleh Future for America, melainkan oleh Ellen White, dan Roh Nubuatan tidak pernah gagal.
Ketika saya berada di Nashville, saya telah berbicara kepada orang-orang, dan pada waktu malam, ada sebuah bola api yang amat besar yang datang langsung dari surga dan turun serta berhenti di Nashville. Dari bola itu nyala api memancar seperti anak panah; rumah-rumah sedang dilalap; rumah-rumah goyah dan roboh. Sebagian dari umat kita berdiri di sana. “Inilah persis sebagaimana yang kami perkirakan,” kata mereka, “kami telah memperkirakan hal ini.” Yang lain meremas-remas tangan mereka dalam kesengsaraan dan berseru kepada Allah memohon belas kasihan. “Kamu sekalian sudah mengetahuinya,” kata mereka, “kamu sekalian tahu bahwa hal ini akan datang, dan tidak pernah mengucapkan sepatah kata pun untuk memperingatkan kami!” Mereka tampak seakan-akan hampir akan mencabik-cabik orang-orang itu, karena memikirkan bahwa mereka sama sekali tidak pernah memberitahukan atau memberikan peringatan apa pun. Manuskrip 188, 1905.
Persoalan internal dari peristiwa bola-bola api yang menimpa Nashville ialah bahwa hal itu menunjukkan bahwa Adventisme Hari Ketujuh yang berkondisi Laodikea mengetahui pekabaran peringatan Nashville, namun tetap bungkam. Inilah titik dalam sejarah nubuatan di mana “aib” atau “sukacita” dari pekabaran Seruan Tengah Malam dinyatakan. Inilah titik ketika mereka yang akan menjadi panji-panji mulai diangkat, dibedakan dari mereka yang kemudian dipermalukan oleh orang-orang di dunia yang geram dan marah karena Adventisme Hari Ketujuh yang berkondisi Laodikea tidak memberikan peringatan Nashville. Pembedaan nubuatan yang sama ini digambarkan di Gunung Karmel antara Elia dan nabi-nabi Baal, dan dalam sejarah malaikat kedua gerakan Millerit, ketika kaum Protestan berubah menjadi Protestan murtad dan memulai peran mereka sebagai nabi palsu, menjadi anak-anak perempuan Roma. Pada tahun 1989, tanduk politik melalui Reagan melakukan hal yang sama persis; hanya saja Reagan tidak menjadi anak-anak perempuan Roma, melainkan ia menjadi Ahab dan Clovis yang Pertama, kekasih Roma.
Suatu pemandangan diperlihatkan kepada saya. Itu adalah malam sebelum Sabat. Pada saat itulah pemandangan itu diperlihatkan. Saya memandang ke luar melalui jendela, dan tampak sebuah bola api yang sangat besar yang datang dari langit, dan bola itu jatuh di tempat mereka sedang mendirikan bangunan-bangunan bertiang; secara khusus pilar-pilarnya diperlihatkan kepada saya. Dan tampaknya bola itu langsung menghantam bangunan itu dan meremukkannya, dan mereka melihatnya menjalar, menjalar, makin membesar, dan mereka mulai berteriak dan meratap dan meratap, serta meremas-remas tangan mereka; dan saya pikir sebagian dari umat kita berdiri di situ sambil berkata, 'Memang, inilah tepatnya yang selama ini kami nantikan; inilah tepatnya yang selama ini kami bicarakan; inilah tepatnya yang selama ini kami bicarakan.' 'Kalian sudah mengetahuinya?' kata orang-orang itu. 'Kalian mengetahuinya, dan tidak pernah memberitahukannya kepada kami?' Saya pikir ada derita yang begitu hebat pada wajah mereka, derita yang begitu hebat pada air muka mereka." Naskah 152; 1904.
Kekecewaan pada 18 Juli 2020 adalah “kunci” untuk mengidentifikasi Bait Suci yang akan diangkat sebagai panji. Pembedaan dua golongan umat Advent adalah tema utama nubuatan Alkitab. Yeremia menolak bergabung dengan “sidang para pencemooh”, dan jemaat Smirna serta Filadelfia keduanya dikontraskan dengan jemaat Iblis, yang mengaku bahwa mereka adalah orang Yahudi, namun bukan. Perbedaan antara dua golongan umat Advent yang mengaku diri itu diwakili oleh metodologi yang mereka gunakan untuk mengkaji Alkitab. Itulah perbedaan antara pendidikan sejati dan “pendidikan tinggi, yang disebut demikian” menurut Saudari White.
Nashville dikenal sebagai "Athens of the South", dan bangunan paling terkenal yang merepresentasikan Yunani di Nashville adalah Parthenon di Centennial Park, yang dibangun pada tahun 1897 sebagai replika berskala penuh dari Parthenon Yunani kuno. Bangunan itu didirikan untuk merayakan peringatan seratus tahun masuknya Tennessee ke dalam status negara bagian pada tahun 1796, dan semula dimaksudkan untuk dibongkar setelah perayaan. Sebaliknya, lahan tersebut dijadikan taman pada tahun 1903 dan Parthenon dibangun kembali secara permanen dari tahun 1920 hingga 1931.
Nama "Parthenon" berasal dari kata Yunani parthénos, yang berarti "perawan" atau "gadis", merujuk kepada Athena dalam aspeknya sebagai dewi perawan—tak tersentuh, bijaksana, dan berwatak perang—yakni dewi kebijaksanaan, strategi, seni, kriya, dan peradaban. Dibangun antara 447–432 SM di Akropolis di Athena, bangunan itu menjadi tempat bagi sebuah patung Athena chryselephantine (emas dan gading) yang sangat besar, karya pemahat Phidias—pada hakikatnya berfungsi sebagai "rumah" atau kediaman ilahi baginya, tempat di mana ia diyakini hadir.
Penekanan sistem pendidikan Barat pada keluasan pengetahuan, penyelidikan kritis, pembinaan kewargaan, dan kerangka artes liberales secara mendasar berakar pada filsafat dan praktik Yunani Kuno. Tanpa Akademia Plato, Lyceum Aristoteles, atau paideia Athena, persekolahan modern sebagaimana kita kenal akan tampak sangat berbeda.
Pada tahun 1904, Madison School didirikan sembilan mil di luar Nashville. Ellen White adalah anggota pendiri dewan direksi dari Madison School yang semula (yang secara resmi bernama Nashville Agricultural and Normal Institute, dan kemudian dikenal sebagai Madison College). Ia menjabat sebagai anggota pendiri dewan direksi sejak pembentukannya pada tahun 1904. Ia tetap berada dalam dewan tersebut hingga sekitar tahun 1914 (setahun sebelum wafatnya pada tahun 1915).
Ini adalah satu-satunya dewan perguruan tinggi atau lembaga yang pernah ia setujui untuk diikutinya atau dilayaninya. Ia dengan sengaja membatasi jabatan-jabatan formal semacam itu dalam organisasi Advent yang lain, tetapi membuat pengecualian bagi Madison karena keselarasan lembaga itu dengan nasihat-nasihat pendidikannya (berswadaya, berbasis pertanian, pelatihan berorientasi misi yang menekankan Alkitab, pekerjaan tangan, dan persiapan praktis untuk pelayanan di wilayah Selatan dan seterusnya). Pesan-pesan Nashville dari Saudari White datang pada tahun 1904 dan 1905, dalam kurun waktu yang sama ketika Sekolah Madison mulai berdiri, dan pameran Parthenon sedang diubah menjadi instalasi permanen di taman permanen. Simbol pendidikan Yunani dan pendidikan surgawi sama-sama menandai permulaan mereka dalam kurun waktu singkat yang sama, yang merupakan periode yang sama ketika penglihatan tentang bola-bola api Nashville diberikan.
Malam tadi suatu pemandangan diperlihatkan di hadapan saya. Mungkin saya tidak akan pernah merasa leluasa untuk mengungkapkan seluruhnya, tetapi saya akan mengungkapkan sedikit.
Seakan-akan sebuah bola api yang amat besar turun menimpa dunia dan meremukkan rumah-rumah besar. Di berbagai tempat berkumandang seruan, “Tuhan telah datang! Tuhan telah datang!” Banyak orang tidak siap untuk berjumpa dengan-Nya, tetapi beberapa orang berseru, “Puji Tuhan!”
'Mengapa kamu memuji Tuhan?' bertanya orang-orang atas siapa kebinasaan yang tiba-tiba sedang datang.
'Sebab kini kita melihat apa yang selama ini kita cari.'
"'Jika kalian percaya bahwa hal-hal ini akan datang, mengapa kalian tidak memberitahukan kepada kami?' demikianlah jawaban yang mengerikan. 'Kami tidak mengetahui hal-hal ini. Mengapa kalian membiarkan kami dalam ketidaktahuan? Berulang kali kalian telah melihat kami; mengapa kalian tidak berkenalan dengan kami dan memberitahukan kepada kami tentang penghakiman yang akan datang, dan bahwa kami harus melayani Allah, supaya kami jangan binasa? Sekarang kami binasa!'" Manuskrip 102, 1904.
Konteks pesan-pesan Nashville itu secara geografis ditempatkan ke dalam suatu latar rohani tentang pendidikan sejati atau palsu. Suatu pendidikan yang mempersiapkan jiwa untuk menjadi warga surga atau warga bumi. Tidak ada rujukan kepada Islam dalam penglihatan-penglihatan Saudari White tentang Nashville, karena itu, apa dasar untuk mengaitkan Islam dengan penglihatan tentang bola-bola api di atas Nashville? Bagaimanakah suatu koreksi terhadap pesan Nashville tahun 2020 akan selaras dengan karya Josiah Litch dan Samuel Snow? Koreksi-koreksi mereka dibuat ketika mereka menyadari bahwa bukti yang sama, yang telah membawa kepada prediksi pertama, adalah bukti yang menetapkan prediksi yang dikoreksi itu.
Bukti tentang Islam telah ditetapkan jauh sebelum hal itu dihubungkan dengan pekabaran peringatan dari Nashville. Pekabaran Islam secara langsung terkait dengan pekabaran malaikat ketiga. Fakta ini digambarkan melalui sejumlah kesaksian Alkitabiah. Peringatan malaikat ketiga merupakan peringatan tentang tanda otoritas Raja Utara, dan peringatan mengenai Islam diwakili oleh peringatan tentang anak-anak di sebelah Timur.
Tetapi kabar dari timur dan dari utara akan menggelisahkan dia; karena itu ia akan maju dengan amarah besar untuk membinasakan dan sama sekali melenyapkan banyak orang. Daniel 11:44.
Malaikat ketiga memasuki panggung sejarah pada 22 Oktober 1844 ketika sangkakala ketujuh mulai berbunyi. Sangkakala ketujuh itu juga merupakan celaka ketiga dari Islam. Pemberontakan tahun 1863 membungkam kumandang sangkakala ketujuh hingga 9/11, ketika malaikat ketiga turun dalam Kitab Wahyu pasal delapan belas, saat gedung-gedung besar New York diruntuhkan oleh sentuhan kuasa Allah.
9/11 adalah alfa atau permulaan masa pemeteraian, yang berakhir pada omega, yakni akhir dari pemeteraian seratus empat puluh empat ribu, ketika undang-undang Hari Minggu yang akan segera datang diberlakukan.
9/11 adalah alfa dari masa pengujian gambar binatang itu di Amerika Serikat, yang berakhir pada omega dari masa pengujian gambar binatang itu di Amerika Serikat, yang terjadi ketika tanda binatang itu dipaksakan di Amerika Serikat.
9/11 adalah alfa atau permulaan penghakiman atas orang-orang yang hidup sehubungan dengan binatang dari bumi, termasuk tanduk-tanduknya yang Republikan dan Protestan, yang berakhir pada undang-undang hari Minggu yang segera akan datang.
9/11 adalah alfa dari "hari persiapan Tuhan", yang berakhir pada ujian atas hari Sabat Tuhan.
9/11 adalah alfa dari pendirian Bait Suci, yang diwakili oleh batu dasar; pendirian itu berakhir ketika batu puncak omega diletakkan di atas Bait Suci.
9/11 adalah alfa dari celaka ketiga di Amerika Serikat, yang berakhir pada gempa bumi Wahyu pasal sebelas, yang adalah Undang-undang Hari Minggu yang segera datang. Pada gempa bumi itu celaka ketiga datang dengan segera. Sejarah bola-bola api Nashville terjadi sebelum penutupan pintu kasihan pada saat Undang-undang Hari Minggu, sekalipun ada seruan mereka yang memvonis umat Advent Laodikia sambil menyatakan, "Sekarang kita tersesat."
Kitab Yoel dan penggenapannya pada Pentakosta memaparkan perdebatan mengenai pesan Seruan Tengah Malam ketika satu golongan yang tidak dapat memahami pertambahan pengetahuan menuduh mereka yang memahaminya sebagai orang-orang yang mabuk. Pertentangan antara para pemabuk Efraim dan orang-orang bijak merupakan tema yang sering dibahas dalam Firman nubuatan Allah. Salah satu unsur kebenaran itu ialah bahwa pesannya merupakan pesan dua tahap, sebagaimana digambarkan oleh Petrus di ruang atas dan sesudahnya di Bait Suci. Hal itu diwakili oleh penghakiman yang dimulai dari rumah Allah dan kemudian diikuti dengan penghakiman atas mereka yang di luar rumah-Nya. Proses penghakiman itu juga diwakili oleh dua suara dalam Wahyu pasal delapan belas, di mana suara pertama adalah 9/11 sampai kepada undang-undang Hari Minggu, dan kemudian suara kedua pada ayat empat menandai undang-undang Hari Minggu. Pembedaan antara pesan nubuatan hujan akhir yang benar dan yang palsu juga digambarkan oleh Elia, yang oleh Maleakhi diidentifikasi akan kembali tepat sebelum penutupan masa kasihan.
Simbol tentang yang bijaksana dan yang bodoh di Gunung Karmel adalah “Elia yang bijaksana” dan para nabi Baal yang bodoh. Elia adalah Petrus dan para nabi Baal adalah para pemabuk dari Efraim. Setelah para pemabuk yang bodoh itu dinyatakan sebagai nabi-nabi palsu Baal melalui pencurahan api, umat akhirnya menjawab: “TUHAN, Dialah Allah.” Kaum Advent Hari Ketujuh Laodikia dinyatakan demikian pada saat penggenapan prediksi Nashville. Mereka yang di luar Adventisme yang pada waktu itu dibangunkan akan ketidaksetiaan pihak yang bodoh dibawa pada keyakinan, tetapi masa kasihan mereka belum ditutup. Ilustrasi tentang penyataan gadis-gadis bijaksana dan bodoh yang diwakili oleh pekabaran amaran Nashville merupakan sebuah tonggak dalam penggenapan akhir yang sempurna dari perumpamaan tentang sepuluh gadis.
Kekecewaan 18 Juli 2020 mendefinisikan pekabaran yang harus dikoreksi, sekaligus memanifestasikan siapa di dalam Adventisme yang memiliki minyak dan siapa yang tidak. Mereka yang tidak memiliki pekabaran minyak yang memperingatkan Nashville kemudian dikontraskan dengan mereka yang memang memiliki minyak. Dari dua golongan—yang memiliki ataupun tidak memiliki minyak dari pekabaran itu—satu golongan telah mengalami suatu kekecewaan yang diwakili oleh kekecewaan pertama dalam sejarah Millerit, sedangkan golongan yang lain tidak memiliki pengalaman tersebut. Tanpa kekecewaan yang ditipologikan oleh kaum Millerit, tidak ada koreksi yang harus dibuat terhadap prediksi apa pun yang gagal. Fakta bahwa prediksi Nashville tahun 2020 itu mengidentifikasi Islam selaras dengan suatu unsur dari pekabaran yang gagal yang perlu dikoreksi.
Suatu bukti dari hal ini terdapat pada kenyataan bahwa sejarah kedatangan bola-bola api Nashville bukan saja selaras dengan sejarah kekecewaan pertama kaum Millerit dan koreksi atas pekabaran sesudahnya, melainkan juga karena hal itu berlangsung dalam suatu sejarah yang dimulai dengan kedatangan malaikat ketiga pada 9/11, yang menandai kedatangan Islam pada celaka yang ketiga, dan bahwa Islam kembali tiba secara profetis pada peristiwa gempa bumi undang-undang hari Minggu dalam Wahyu pasal sebelas. Mempertahankan Islam dalam pekabaran tanpa rujukan langsung oleh Saudari White kepada Islam dan peringatan Nashville didasarkan pada tema sejarah itu sendiri, yakni Islam.
Dalam artikel ke-153 dari seri berjudul Kitab Daniel, kami mengidentifikasi bahwa, selaras dengan kesaksian Balaam dan keledai, Islam—yang diwakili oleh keledai—akan memiliki tiga interaksi utama dengan Amerika Serikat dalam rentang sejarah dari 9/11 sampai kepada Hukum Hari Minggu. Kami mengidentifikasi 9/11 sebagai yang pertama, kemudian 7 Oktober 2022 sebagai yang kedua. Kami mencatat bahwa serangan pertama terjadi atas tanah yang permai secara rohani dan serangan kedua terjadi atas tanah yang permai secara harfiah, yaitu Israel, dan bahwa serangan ketiga akan merupakan serangan pada peristiwa gempa bumi Hukum Hari Minggu. Kami menunjukkan bahwa sejarah Balaam pada tingkat kenabian ini memperlihatkan cap kebenaran, sebab serangan pertama dan terakhir terjadi atas tanah yang permai secara rohani dan serangan yang di tengah atas tanah yang permai secara harfiah, yang merupakan simbol pemberontakan. Kami sekarang melihat bahwa pukulan keempat, yang menandai awal pekabaran Seruan Tengah Malam, akan berlangsung di tanah yang permai secara rohani ketika bola-bola api Nashville digenapi. Hal ini berarti bahwa pukulan kedua dari Balaam dan keledainya bersifat ganda, dengan yang pertama dari dua pukulan itu terjadi atas tanah yang permai secara harfiah dan yang kedua atas tanah yang permai secara rohani.
Artikel itu menyajikan suatu kebenaran yang tidak lengkap, yang kini telah dinyatakan oleh Singa dari suku Yehuda sebagai kesaksian lain tentang keterkaitan nubuatan antara Islam dan bola-bola api Nashville. Argumen lain untuk mendukung keterkaitan Islam dengan bola-bola api tersebut ditemukan di dalam garis-garis reformasi sejarah suci. Setiap gerakan reformasi memiliki tema khasnya sendiri yang menjiwai seluruh gerakan reformasi itu. Dalam gerakan reformasi Musa, temanya adalah memasuki perjanjian dengan suatu umat pilihan. Dalam garis reformasi Kristus, temanya adalah Mesias. Dalam garis reformasi Daud, temanya adalah Sepuluh Perintah dan bait suci. Pada Kaum Millerit, temanya adalah waktu nubuatan, sebab Kaum Millerit membawa “pekabaran waktu.” Dengan kedatangan malaikat ketiga pada 9/11, tema bagi garis reformasi dari seratus empat puluh empat ribu diidentifikasi sebagai Islam dari celaka ketiga, anak-anak Timur, keledai dalam nubuatan Alkitab, kuda-kuda perang dari Wahyu pasal sembilan, angin timur, belalang-belalang, dan pengobaran kemarahan bangsa-bangsa.
Gempa bumi dalam Kitab Wahyu pasal sebelas menandai unsur Islam dalam celaka ketiga, sekaligus melambangkan penutupan pekabaran Seruan Tengah Malam. Seruan Tengah Malam ditipologikan dengan masuknya Kristus ke Yerusalem secara triumfal, yang diawali dengan pelepasan keledai itu. Permulaan Seruan Tengah Malam dalam sejarah kaum Millerit adalah kedatangan Samuel Snow, yang menunggang kuda, pada pertemuan perkemahan di Exeter. Permulaan periode Seruan Tengah Malam ditandai oleh simbol-simbol Islam. Terdapat banyak kesaksian yang meneguhkan bahwa pekabaran yang dikoreksi pada 18 Juli 2020 mencakup Islam sebagai bagian dari pekabaran peringatan. Tidak ada tanggal yang ditetapkan, tetapi bola-bola api di Nashville mengidentifikasi kontroversi tentang “anggur baru” pada akhir zaman; dengan demikian bola-bola api di Nashville mencakup Islam, tetapi bagaimana dengan identifikasi bola-bola api itu sebagai senjata nuklir?
Pekabaran itu harus mempertahankan penetapan Islam sebagai antagonis dalam serangan tersebut, berdasarkan kesaksian dari banyak saksi. Kesalahan penetapan waktu yang perlu dikoreksi dicontohkan oleh tahun 1840 maupun 1844. Waktu tidak lagi menjadi bagian dari pekabaran nubuatan, sekalipun angka-angka masih tetap termasuk di dalamnya. Kesalahan yang diwakili oleh kesalahpahaman mengenai Bait Suci juga harus diselesaikan; namun, sebelum hal itu dapat diselesaikan dan dipadukan ke dalam pekabaran yang telah dikoreksi, terlebih dahulu harus diidentifikasi kesalahan yang dicontohkan oleh kesalahpahaman mengenai Bait Suci tersebut. Apakah yang diwakili oleh kesalahpahaman mengenai Bait Suci itu dalam peringatan 18 Juli di Nashville?
Saya berpendapat bahwa jawaban-jawaban itu dapat ditemukan dalam terang yang sejak akhir tahun 2023 sedang disingkapkan. Tiga rangkaian paralel yang terdiri dari sebelas pasal, dimulai dari pasal kesebelas dan berakhir pada pasal kedua puluh dua dalam Kejadian, Matius, dan Wahyu, merupakan pembaruan perjanjian Allah dengan seratus empat puluh empat ribu. Apakah kita menolak tawaran belas kasihan-Nya dengan bertindak seolah-olah kita tidak mendengar panggilan-Nya, atau kita sujud dan mengikrarkan dengan kekuatan manusiawi kita, "Segala yang Ia perintahkan, akan kulakukan"? Atau apakah kita mengizinkan Roh Kudus menuliskan hukum-Nya dalam hati dan pikiran kita?
Jawabannya juga ditemukan dalam pembukaan meterai pasal dua belas Kitab Daniel atas tiga ayat yang menampilkan waktu sebagai pekabaran malaikat pertama, kedua, dan ketiga. Ketiga ayat itu juga menandai 31 Desember 2023 pada ayat tujuh, 18 Juli 2020 pada ayat dua belas, dan kemudian periode dari 1989 sampai kepada hukum hari Minggu dan terus hingga penutupan pintu kasihan, diwakili dalam ayat sebelas. Tiga kebenaran itu, di dalam ketiga ayat tersebut, berada tepat pada perikop Kitab Suci tempat proses pengujian tiga tahap yang selalu terjadi ketika meterai suatu nubuat dibuka dipaparkan!
Kristus tidak sekadar membuka meterai atas ujian tiga tahap dari Daniel pasal dua belas, melainkan Ia juga mengidentifikasi ujian-ujian itu sebagai ujian dasar, diikuti oleh ujian Bait Suci, lalu diikuti oleh ujian lakmus. Lebih lanjut Ia menyatakan bahwa ujian dasar itu dimulai pada 31 Desember 2023 dan berlandaskan pada ujian dasar gerakan Millerit, sebagaimana diwakili oleh antikristus sebagai simbol yang menetapkan penglihatan eksternal.
Ia kemudian mengidentifikasi ujian kedua, yakni ujian Bait Suci, sebagaimana direpresentasikan oleh penglihatan Daniel tentang Kristus di Bait Suci dalam pasal sepuluh. Ujian itu kini sedang berlangsung. Pembukaan meterai Daniel pasal dua belas atas tanggal‑tanggal 1989, 18 Juli 2020, 31 Desember 2023, serta Hukum Hari Minggu, mencakup penglihatan tentang Roma dan penglihatan tentang Kristus. Kedua penglihatan itu dikemukakan dalam penglihatan yang sama persis di mana pembukaan meterai pasal dua belas ditemukan. Ketiga pasal itu merupakan satu penglihatan, dan penglihatan tentang Kristus adalah ujian Bait Suci dalam pasal sepuluh, penglihatan tentang Antikristus adalah ujian fondasi dalam pasal sebelas, dan penanda jalan dari seratus empat puluh empat ribu dalam pasal dua belas melambangkan ujian ketiga dan uji litmus, di mana yang bodoh dipisahkan dari yang bijaksana, sementara banyak orang disucikan, diputihkan, dan diuji.
Ujian Bait Suci membukakan terang Imamat pasal dua puluh tiga, yang adalah terang Tabut Perjanjian, yakni terang alfa dari Sabat hari ketujuh dan terang omega dari Sabat tahun ketujuh. Terang Sabat alfa dan omega itu menyatakan terang inkarnasi. Terang itu menyatakan bahwa Allah mengambil tubuh manusia dengan tujuan memulihkan penyatuan Keilahian dengan kemanusiaan, itulah pekerjaan yang Kristus mulai pada 22 Oktober 1844; pekerjaan yang kini sedang Ia selesaikan dalam penghakiman atas orang-orang yang hidup.
Terang dari Imamat pasal dua puluh tiga menyatukan hari-hari raya musim semi alfa dengan hari-hari raya musim gugur omega untuk menghasilkan sejarah yang tepat dari 31 Desember 2023 hingga penutupan masa kasihan manusia. Di dalam garis tersebut, ujian dasar ditandai sebagai tiba pada 31 Desember 2023, dan ujian bait suci diidentifikasi sebagai dimulai pada tahun 2025, yang berlanjut sampai uji lakmus Hari Raya Sangkakala. Suara di padang gurun yang dimulai pada Juli 2023 ditandai oleh Hari Raya Roti Tidak Beragi yang berakhir lima hari setelah tonggak tiga bagian. Kemudian suatu periode tiga puluh hari, yang diikuti oleh tonggak tiga bagian, yang kemudian diikuti oleh lima hari, dengan demikian menggambarkan tiga langkah Injil kekal. Tonggak alfa yang terdiri dari tiga bagian, yang diikuti oleh lima hari, adalah malaikat pertama; tiga puluh hari itu adalah malaikat kedua; dan tonggak omega yang terdiri dari tiga bagian, yang diikuti oleh lima hari menuju hukum hari Minggu pada Pentakosta, adalah malaikat ketiga.
Kristus juga membukakan terang Imamat pasal dua puluh tiga tentang pembangunan tabut perjanjian di bait suci pada masa pengujian. Pekabaran atau malaikat Sabat hari ketujuh pada satu sisi tabut, dan malaikat Sabat tahun ketujuh pada sisi yang lain dari tabut, melambangkan kerub-kerub penudung yang memandang ke dalam tabut. Dalam sejarah pemeteraian seratus empat puluh empat ribu, terang ganda dari kedua malaikat itu—yakni Sabat hari ketujuh dan doktrin inkarnasi—merupakan suatu pokok yang akan dipelajari sampai kekekalan.
Tentu saja, jika Anda tidak mampu melihat “tujuh kali” sebagai simbol Yobel, yakni Proklamasi Emansipasi rohani tahun 1863, maka Anda tidak akan melihat bahwa nubuat alfa dan omega William Miller adalah “tujuh kali” dan “dua ribu tiga ratus hari”. Ketidakmampuan untuk melihat signifikansi dari dua nubuat waktu yang saling berkaitan itu menghalangi setiap pengenalan bahwa 1798 mewakili “tujuh kali”, dan 1844 mewakili “dua ribu tiga ratus hari”. Dengan kekurangan pengetahuan itu, nyaris mustahil untuk melihat bahwa ketika Imamat dua puluh tiga disusun garis demi garis, dengan menempatkan dua puluh dua ayat pertamanya yang menguraikan hari-hari raya musim semi bersama dua puluh dua ayat terakhir dari hari-hari raya musim gugur, garis itu dimulai dengan Sabat hari ketujuh yang diwakili oleh 1844, dan Sabat yang mengakhiri garis dari empat puluh empat ayat itu adalah Sabat bagi tanah yang diwakili oleh 1798.
Ketidakmampuan untuk melihat hubungan antara kedua Sabat itu melambangkan ketidakmampuan untuk melihat bahwa tujuh kali pada 1798 adalah kemanusiaan dan dua ribu tiga ratus hari pada 1844 adalah Keilahian. Dengan kebutaan sedalam itu, tampaknya nyaris mustahil untuk mengenali bahwa terang alfa dari Sabat hari ketujuh dan terang omega dari doktrin inkarnasi mengidentifikasi pekerjaan Kristus dalam menggabungkan Keilahian-Nya dengan kemanusiaan manusia yang jatuh. Pekerjaan Kristus dalam menggabungkan Keilahian-Nya dengan kemanusiaan kita adalah pekerjaan menggabungkan 1798 dengan 1844, sebab 1798 melambangkan daging manusia dan 1844 melambangkan Keilahian.
Manusia diciptakan menurut gambar Allah, memiliki natur yang lebih tinggi dan yang lebih rendah. Natur yang lebih tinggi dari manusia bersifat kedagingan dan terjual di bawah kuasa dosa. Kristus memberikan pikiran-Nya kepada jiwa yang bertobat pada saat pertobatan, sebab di dalam pertobatanlah pembenaran terjadi, dan dibenarkan berarti dijadikan benar. Natur yang lebih rendah tidak dapat ditebus seketika, dan janji Injil bagi natur yang lebih rendah adalah bahwa kita akan menerima tubuh yang dimuliakan pada kedatangan Kristus. Natur yang lebih tinggi adalah pikiran dan natur yang lebih rendah adalah daging. Natur yang lebih tinggi adalah nubuatan tujuh kali yang berakhir pada Hari Pendamaian, 22 Oktober 1844, ketika sangkakala ketujuh dan sangkakala Yobel keduanya mulai dibunyikan. Tujuh kali dari natur yang lebih rendah berakhir pada tahun 1798, sebab natur itu tidak dapat diperbarui sampai Kedatangan Kristus yang Kedua.
Tujuh masa yang berkenaan dengan 1798, tujuh masa yang berkenaan dengan 1844, dan dua ribu tiga ratus tahun yang berkenaan dengan 1844 mewakili pekerjaan Kristus yang dimulai pada 22 Oktober 1844. Pekerjaan itu adalah mempersatukan Keilahian-Nya dengan kemanusiaan, tetapi ketika Bait Suci yang terdiri dari kemanusiaan dan Keilahian itu hendak dipersatukan pada tahun 1844, tahun 1798 tidak termasuk, sebab itu melambangkan pelataran bangsa-bangsa lain.
Ujian bait suci mencakup pengukuran bait suci, dan pada awal sejarah penyingkapan yang dimulai pada tahun 2023, penyingkapan tujuh guruh mengidentifikasi sejarah dari kekecewaan yang pertama hingga kekecewaan besar sebagai manifestasi akhir dan sempurna dari sejarah yang diwakili oleh tujuh guruh, yang oleh ilham dinyatakan mewakili peristiwa-peristiwa yang terjadi selama sejarah malaikat pertama dan kedua, serta peristiwa-peristiwa masa depan yang akan dinyatakan menurut urutannya. Penggenapan yang sempurna itu ditempatkan dalam kerangka kebenaran yang merupakan salah satu wahyu awal yang datang pada tahun 2023. Kekecewaan pada permulaan itu melambangkan kekecewaan omega, dan di tengahnya ada pertemuan kamp Exeter di mana yang bijaksana dan yang bodoh dipisahkan berdasarkan “minyak” dari pekabaran.
Bait Kaum Millerit didirikan dari satu kekecewaan ke kekecewaan berikutnya; dengan demikian, diidentifikasi bahwa bait dari seratus empat puluh empat ribu didirikan sejak 18 Juli 2020 hingga Hukum Hari Minggu yang segera datang, ketika pintu tertutup dalam perumpamaan, sebagaimana terjadi pada 22 Oktober 1844. Sejarah yang diwakili oleh tujuh guruh adalah sejarah yang sama yang juga diwakili dalam terang Daniel dua belas. Terang seribu dua ratus sembilan puluh hari dalam Daniel dua belas berhubungan langsung dengan periode tiga puluh tahun yang diwakili dalam ayat sebelas. Hal itu juga terhubung dengan tiga puluh tahun yang ditandai oleh perwakilan pertama dari perjanjian dengan suatu umat pilihan, serta oleh nabi yang diangkat untuk mengidentifikasi perubahan hubungan perjanjian dari Israel harfiah menjadi Israel rohani. Tiga puluh hari di tengah kerangka Imamat dua puluh tiga adalah tiga puluh tahun yang sama dari tahap pertama perjanjian tiga bagian Abraham dengan Allah. Tiga puluh tahun dari 508 hingga 538 dalam ayat sebelas adalah simbol keimaman seratus empat puluh empat ribu.
Tiga puluh hari dalam struktur Imamat 23 merupakan bagian dari empat puluh hari ketika Kristus mengajar murid-murid-Nya secara tatap muka sampai Ia naik ke surga. Angka tiga puluh adalah simbol para imam yang mulai melayani pada usia tiga puluh tahun. Tiga puluh tahun dari 508 hingga 538 menandai transisi dari Roma kafir kepada Roma kepausan, dan dengan demikian juga menandai transisi dari keimaman Laodikia dari seratus empat puluh empat ribu kepada keimaman Filadelfia dari seratus empat puluh empat ribu. Transisi itu terjadi dalam tiga tahap, yang direpresentasikan oleh 508 ketika “harian” itu disingkirkan, dekret Yustinianus pada tahun 533, kemudian diikuti oleh undang-undang hari Minggu tahun 538, ketika transisi itu dituntaskan.
Tiga puluh tahun itu mewakili rentang dari 1989 hingga hukum hari Minggu, ketika umat Filadelfia Allah yang dimeteraikan, sebagai Bait-Nya, akan ditinggikan untuk dilihat oleh seluruh dunia. Dunia kemudian akan memutuskan antara Kristus—yang diwakili oleh umat-Nya, yang duduk di tempat-tempat surgawi bersama Kristus dan karena itu berada di Bait Allah—atau manusia durhaka yang duduk di Bait Allah sambil menyatakan dirinya sebagai Allah. Pada hukum hari Minggu yang akan segera datang, para pekerja jam kesebelas, yang juga merupakan kumpulan besar orang banyak, akan dihadapkan pada suatu ujian yang mendasar. Apakah Sabat hari ketujuh adalah Sabat Allah, ataukah hari matahari adalah Sabat Allah.
Dan kini suatu pemandangan lain melintas di hadapannya. Kepadanya telah diperlihatkan pekerjaan Iblis dalam menuntun orang-orang Yahudi menolak Kristus, sementara mereka mengaku menghormati hukum Bapa-Nya. Kini ia melihat dunia Kristen berada di bawah penipuan serupa dengan mengaku menerima Kristus sementara mereka menolak hukum Allah. Ia telah mendengar dari para imam dan tua-tua seruan yang membabi buta, 'Enyahkan Dia!' 'Salibkan Dia, salibkan Dia!' dan kini ia mendengar dari para pengajar yang mengaku Kristen seruan, 'Enyahkan hukum itu!' Ia melihat Sabat diinjak-injak, dan suatu lembaga palsu ditegakkan sebagai gantinya. Sekali lagi Musa dipenuhi keheranan dan kengerian. Bagaimana mungkin mereka yang percaya kepada Kristus menolak hukum yang diucapkan oleh suara-Nya sendiri di gunung yang kudus? Bagaimana mungkin siapa pun yang takut akan Allah meniadakan hukum yang menjadi dasar pemerintahan-Nya di surga dan di bumi? Dengan sukacita Musa melihat hukum Allah masih dihormati dan ditinggikan oleh segelintir orang yang setia. Ia melihat pergumulan besar terakhir kuasa-kuasa dunia untuk membinasakan mereka yang memelihara hukum Allah. Ia memandang ke depan kepada waktu ketika Allah akan bangkit untuk menghukum penduduk bumi karena kejahatan mereka, dan mereka yang telah takut akan nama-Nya akan dilindungi dan disembunyikan pada hari murka-Nya. Ia mendengar perjanjian damai Allah dengan mereka yang telah memelihara hukum-Nya, ketika Ia memperdengarkan suara-Nya dari kediaman-Nya yang kudus dan langit serta bumi bergoncang. Ia melihat kedatangan Kristus yang kedua dalam kemuliaan, orang-orang benar yang telah mati dibangkitkan kepada hidup yang tak fana, dan orang-orang kudus yang masih hidup diangkat tanpa mengalami kematian, dan bersama-sama naik dengan nyanyian sukacita ke Kota Allah. Patriarchs and Prophets, 476.
Sejumlah besar orang banyak, yang adalah bangsa-bangsa bukan Yahudi dan para pekerja jam kesebelas, diuji oleh suatu ujian fondasi, yang segera diikuti oleh ujian bait suci. Apakah bait insani Roma, beserta manusia durhaka, akan menjadi batu karang atau pasir tempat engkau membangun imanmu? Ataukah bait inkarnasi, yakni Keilahian dan kemanusiaan yang dipersatukan, yaitu bait seratus empat puluh empat ribu yang oleh Petrus disebut "rumah rohani"? Dalam masa pengujian atas fondasi dan bait itu, penganiayaan akan melaksanakan ujian lakmus dari langkah ketiga, dan kemudian masa kasihan bagi manusia akan ditutup.
Singa dari suku Yehuda kini sedang melengkapi sejarah tersembunyi dari ayat empat puluh, dan telah memperkenalkan lebih banyak terang melalui tiga nubuat yang berdurasi dua ratus lima puluh tahun tentang Koresy, Nero, dan Trump; dan Ia melakukannya tepat pada waktu ketika Ia telah menekankan pekerjaan memberitakan pesan Nashville yang telah dikoreksi. Garis Nero menyediakan kerangka bagi penegakan terakhir patung binatang itu di Amerika Serikat dan kemudian di dunia. Garis Koresy dari tahun 457 SM mengidentifikasi sejarah antara Raphia dan Panium, yakni sejarah antara Perang Ukraina dan Perang Dunia Ketiga yang dimulai ketika Panium bergabung dengan Actium pada undang-undang Hari Minggu yang segera datang. Garis Trump berakhir tahun ini pada 4 Juli.
Nero adalah simbol penganiayaan; jemaat Smirna mengidentifikasi sejarah yang berlanjut hingga penganiayaan berakhir dua ratus lima puluh tahun kemudian pada masa jemaat Pergamus dengan kompromi. Garis itu mengidentifikasi penegakan citra, dan karena itu selaras dengan sejarah ketika citra Kristus sedang ditegakkan di Bait-Nya. “Dekrit” itu adalah titik awal yang mengarah kepada Hukum Hari Minggu yang pertama, yang diikuti oleh pintu tertutup yang memisahkan antara Timur dan Barat, bijaksana dan bodoh, gandum dan lalang, serta yang diselamatkan atau yang binasa. “Dekrit” yang memulai periode itu juga adalah “dekrit” yang memulai periode pengujian yang sama bagi dunia. Dengan demikian, “dekrit” itu adalah yang pertama dan yang terakhir. Setiap tonggak dari garis tujuh belas tahun Nero mengidentifikasi eskalasi penganiayaan dalam krisis Hukum Hari Minggu yang dimulai dengan sebuah “dekrit,” sesuatu setingkat “perintah eksekutif” presiden.
Tiga dekrit Koresy pada tahun 457 SM mengidentifikasi suatu periode tujuh belas tahun dengan tiga tonggak pada bagian akhirnya, sebagaimana halnya garis Nero dan juga garis Koresy yang lain, yang berakhir dengan kedatangan malaikat pertama, kedua, dan ketiga dari tahun 1798 hingga 1844. Tiga langkah Koresy adalah pertempuran Raphia, lalu sepuluh tahun menuju langkah kedua, dan kemudian tujuh tahun menuju pertempuran Panium. Permulaan dan penutupnya sama-sama berupa pertempuran, sehingga memiliki tanda tangan Alfa dan Omega. Periode pertama selama sepuluh tahun melambangkan masa ujian yang dimulai pada tahun 2014 dengan Perang Ukraina, dan periode kedua berakhir tujuh tahun kemudian pada pertempuran Panium.
Palmoni
Palmoni membuka meterai atas pesan waktu kepada kaum Millerit dalam sejarah malaikat pertama dan kedua, dan Ia membuka meterai atas pesan bilangan dalam sejarah seratus empat puluh empat ribu, yang adalah sejarah malaikat ketiga.
Sejarah-sejarah profetis simbolik, seperti dua puluh dua tahun dari 1776 hingga 1798 yang diwakili oleh pemberontakan Makabe, mengidentifikasi sebab permulaan kerajaan keenam dan sebab berakhirnya kerajaan kelima. Presiden kedua puluh dua, Grover Cleveland, adalah alfa dari para presiden yang menjadi tipe bagi presiden omega, Donald Trump, sebagai satu-satunya dua presiden yang menjalani dua masa jabatan yang tidak berurutan. Trump adalah presiden kedua puluh dua yang memenangkan masa jabatan kedua, apabila menghitung para presiden lain yang mengambil alih pada masa jabatan presiden sebelumnya, bersama-sama dengan para presiden yang memenangkan masa jabatan kedua bagi diri mereka sendiri. Kerajaan keenam dalam nubuatan Alkitab dimulai pada 1798, setelah dua puluh dua tahun sejak Deklarasi Kemerdekaan. 1798 hingga 2026 diwakili oleh angka 22 pada tanggal alfa dan 22 pada tanggal omega.
Tiga rangkaian yang masing-masing terdiri dari sebelas pasal, dimulai dengan pasal kesebelas dan berakhir pada pasal kedua puluh dua. Masing-masing dari ketiga rangkaian sebelas pasal itu memiliki titik tengah yang tepat yang diwakili oleh tiga ayat. Genesis mengidentifikasi saat "sunat" diberikan sebagai lambang hubungan perjanjian dengan suatu umat pilihan. Itulah untuk pertama kalinya suatu umat pilihan diberi suatu tanda yang melambangkan umat perjanjian, dan dalam Matthew tiga ayat yang berada di pusat itu mengidentifikasi Batu Karang di atas mana Kristus akan membangun Gereja-Nya. Ayat-ayat itu mengidentifikasi saat nama Simon Barjona diubah menjadi Petrus, yang setara dengan seratus empat puluh empat ribu. Bagian tengah dari rangkaian dalam Revelation mengidentifikasi perjanjian maut ketika ia mengidentifikasi kepausan sebagai kepala kedelapan yang adalah dari yang tujuh. Menurut Anda, apakah implikasinya bahwa pasal sebelas dalam Desire of Ages mengidentifikasi amanat Yohanes Pembaptis, dan bahwa pasal dua puluh dua mengidentifikasi kematian Yohanes?
Bagian tengah dari bab-bab tersebut membawa Anda ke halaman 168, di mana bab berjudul Nikodemus dimulai. Bab sebelas berjudul Pembaptisan dan bab dua puluh dua berjudul Pemenjaraan dan Kematian Yohanes. Bab sebelas merupakan lambang kematian, penguburan, dan kebangkitan, sebagaimana halnya bab tujuh belas dan Nikodemus, dan sebagaimana halnya kematian Yohanes.
Kami akan melanjutkan ini di artikel berikutnya.