Tuhan menyertai anak itu; dan ia bertambah besar, lalu tinggal di padang gurun, dan menjadi seorang pemanah. Kejadian 21:20.
Ismail menjadi seorang pemanah, yang merupakan lambang peperangan, dan lambang penghakiman eksekutif yang didatangkan atas Roma.
Suara orang-orang yang melarikan diri dan yang lolos keluar dari negeri Babel, untuk memberitakan di Sion pembalasan TUHAN, Allah kita, pembalasan atas bait-Nya. Kerahkanlah para pemanah melawan Babel: hai semua kamu yang membentangkan busur, berkemahlah mengelilinginya; jangan biarkan seorang pun daripadanya luput: balaskanlah kepadanya setimpal dengan perbuatannya; menurut segala yang telah dilakukannya, lakukanlah kepadanya: sebab ia telah berlaku sombong terhadap TUHAN, terhadap Yang Mahakudus, Allah Israel. Yeremia 50:28, 29.
Bakorinti ba mo duela Babilona go ya ka ditiro tsa gagwe, mme pusetso eo e simolola fa molao wa Tshipi o o tlang ka bonako o tlhagelela, ka lentswe la bobedi la Tshenolo kgaolo ya lesome le borobabobedi, fa katlholo ya tsamaiso e e tswelelang ya Babilona e simolola.
“Ngasese ngizwa elinye izwi livela ezulwini, lithi: Phumani kuye, bantu bami, ukuze ningabi ngabahlanganyeli ezonweni zakhe, nokuba ningamukeli ezinhluphekweni zakhe. Ngokuba izono zakhe sezifinyelele ezulwini, noNkulunkulu usekhumbule ububi bakhe. Mbuyiseleni njengalokho anibuyisele ngakho, niphinde kuye kabili ngokwemisebenzi yakhe; endebeni ayigcwalisileyo, mgcwaliseleni kabili. Njengokuba ezidumisile, waphila ngokunethezeka, mnikezeni ukuhlushwa nosizi ngokulingana nalokho; ngokuba uthi enhliziyweni yakhe: Ngihlezi ngiyindlovukazi, angingomfelokazi, futhi angisoze ngabona usizi.” IsAmbulo 18:4–7.
អ៊ីស្មាអែល និងម្តាយរបស់គាត់ គឺហាការ ត្រូវបានទប់ស្កាត់មិនឲ្យទទួលមរតកសិទ្ធិរបស់កូនច្បង ហើយត្រូវបានបណ្តេញចេញ។ ដូច្នេះ ការច្រណែនបានក្លាយជាកម្លាំងជំរុញខាងទំនាយរបស់សាសនាអ៊ីស្លាម ហើយសង្គ្រាមជាកិច្ចការខាងទំនាយរបស់ពួកគេ។ ការលើកឡើងជាលើកដំបូងរួមមានការទប់ស្កាត់ដែលសារ៉ាបានដាក់លើអ៊ីស្មាអែល និងម្តាយរបស់គាត់ ហើយ «ការទប់ស្កាត់» របស់ពួកគេបានក្លាយជាលក្ខណៈខាងទំនាយដ៏សំខាន់មួយរបស់សាសនាអ៊ីស្លាមនៅទូទាំងព្រះបន្ទូលរបស់ព្រះ និងប្រវត្តិសាស្ត្រ។ កូនចៅរបស់អ៊ីស្មាអែលត្រូវជាមនុស្សព្រៃ ដែលដៃរបស់ពួកគេប្រឆាំងនឹងមនុស្សគ្រប់រូប ហើយលក្ខណៈព្រៃរបស់ពួកគេត្រូវបានតំណាងដោយលាអារ៉ាប់ព្រៃ ដែលស្ថិតក្នុងវង្សសេះ។ ដូច្នេះ សង្គ្រាមអ៊ីស្លាមនៃវេទនាទីមួយ និងទីពីរ ត្រូវបានតំណាងថាជាពួកអ្នកចម្បាំងជិះលើសេះដែលកំពុងក្រោធ។
Ислам нь сүүлчийн борооны мэдээ мөн бөгөөд гурван гай нь эш үзүүллэгийн тодорхой гурван шугамыг төлөөлөх нь туйлын зохистой юм. Учир нь сүүлчийн борооны аргачлал нь “шугам дээр шугам” билээ. Эхний хоёр шугамын эш үзүүллэгийн шинжүүдийг нэгтгэн авч үзэхэд, тэдгээр нь гурав дахь гайгийн шугамыг тогтоодог. Эдгээр гурван эш үзүүллэгийн шугам бүгд нэг зуун дөчин дөрвөн мянгыг лацдах үеийг дүрслэн харуулдаг. Тэрхүү гурван шугам нь сүүлчийн бороо асгарах хугацааг төлөөлдөг. Учир нь гурав дахь гай 2001 оны 9 дүгээр сарын 11-нд ирэх үед сүүлчийн бороо шивэрч эхэлсэн юм.
“Pula ya morago e tshwanetse go nela mo bathong ba Modimo. Moengele yo o nonofileng o tshwanetse go fologa a tswa legodimong, mme lefatshe lotlhe le tshwanetse go bonesiwa ka kgalalelo ya gagwe.” Review and Herald, 21 Moranang, 1891.
Nako ya kotyama elemisamaki mpe na ntango oyo ebandaki na mokolo ya 11 ya Sánzá ya Mwambe, 1840 mpe esukaki na boyei ya anzelu ya misato na mokolo ya 22 ya Sánzá ya Zómi, 1844. Ntango wana mpe elakisamaki na mokapo ya mibale ya Habakuki. Lisolo ya Ba-Millerite ekokisaki mokapo ya mibale ya Habakuki, mpe na kosaláká bongo, ebandaki ntango anzelu akitaki na mokolo ya 11 ya Sánzá ya Mwambe, 1840, mpe esukaki ntango anzelu ya misato ayaki na mokolo ya 22 ya Sánzá ya Zómi, 1844.
Habakkuk pasal dua mengenal pasti bahawa pada akhir penglihatan itu, penglihatan itu akan “berkata-kata.” Dalam ayat tiga Wahyu pasal sepuluh, malaikat itu berseru (berkata-kata) dengan suara yang nyaring, dan pada 22 Oktober 1844 malaikat yang sama bersumpah (berkata-kata) bahawa “masa tidak akan ada lagi.” Penjaga Habakkuk dalam ayat satu pasal dua terletak pada 11 Ogos 1840, kerana pada waktu itulah para penjaga mengangkat suara mereka.
Dalam pemberontakan tahun 1888, yang oleh Sister White dikenali sebagai melambangkan malaikat dalam Wahyu pasal delapan belas yang akan menerangi bumi dengan kemuliaan-Nya, para penjaga (Jones dan Waggoner) mengangkat “suara” mereka seperti sangkakala, untuk menunjukkan kepada umat Allah pelanggaran-pelanggaran mereka, karena pekabaran mereka adalah pekabaran kepada Laodikia. Pada tanggal 11 September 2001, yang ditipologikan oleh sejarah tahun 1888, Tuhan menuntun umat akhir zaman-Nya kembali kepada jalan-jalan purba Yeremia, tempat para penjaga tidak didengarkan. Turunnya malaikat itu menandai kedatangan profetis para penjaga.
“Sora” yang datang pada 11 Agustus 1840 disampaikan melalui para penjaga, dan kepada Yeremia diberitahukan bahwa jika ia mau kembali kepada imannya dan percaya kepada Allah setelah kekecewaannya, maka ia akan menjadi mulut Allah. Ketika penglihatan yang tertunda itu akhirnya datang pada 22 Oktober 1844, penglihatan itu “berbicara.” Masa dalam Habakuk pasal dua, yang digenapi dalam sejarah Millerit, menggambarkan masa pemeteraian seratus empat puluh empat ribu.
Adalah penting untuk mengenali bahwa 11 Agustus 1840 hingga 22 Oktober 1844 menggambarkan pemeteraian seratus empat puluh empat ribu, yaitu masa ketika hujan akhir dicurahkan. Hal ini penting, sebab pekabaran hujan akhir harus dikenali melalui metodologi “baris demi baris.” Masa khusus yang merupakan pemeteraian seratus empat puluh empat ribu itu berulang kali dilambangkan dalam garis-garis nubuat, dan demikian pula dalam Habakuk dua, yang secara langsung diidentifikasi Sister White sebagai digenapi dalam sejarah Millerit. Ia juga berulang kali mengajarkan bahwa sejarah Millerit diulangi dalam sejarah seratus empat puluh empat ribu.
“Bergandingan dengan nubuatan-nubuatan yang telah mereka anggap sebagai merujuk kepada waktu kedatangan kedua itu terdapat ajaran yang disesuaikan secara khusus dengan keadaan mereka yang serba tidak pasti dan penuh penantian, serta mendorong mereka supaya menantikan dengan sabar dalam iman bahawa apa yang kini gelap bagi pengertian mereka akan pada waktunya dijelaskan dengan terang.”
“Antara nubuat-nubuat itu ialah nubuat dalam Habakuk 2:1–4: ‘Aku akan berdiri di tempat pengintaianku, dan menempatkan diriku di atas menara, dan aku akan berjaga-jaga untuk melihat apa yang akan difirmankan-Nya kepadaku, dan apa yang harus kujawab apabila aku ditegur. Lalu TUHAN menjawab aku, demikian firman-Nya: Tuliskanlah penglihatan itu, dan jelaskanlah itu di atas loh-loh, supaya orang yang membacanya dapat berlari. Sebab penglihatan itu masih menanti waktu yang telah ditetapkan, tetapi pada akhirnya ia akan berbicara dan tidak berdusta; sekalipun ia berlambat-lambat, nantikanlah itu; sebab ia pasti datang, ia tidak akan tertunda. Lihatlah, orang yang jiwanya meninggi tidaklah lurus hatinya; tetapi orang benar akan hidup oleh imannya.’”
“Seawal tahun 1842, arahan yang diberikan dalam nubuatan ini untuk ‘menuliskan penglihatan itu, dan menerangkannya pada loh-loh, supaya orang yang membacanya dapat berlari’ telah mendorong Charles Fitch untuk menyiapkan sebuah bagan nubuatan guna menggambarkan penglihatan-penglihatan Daniel dan Wahyu. Penerbitan bagan ini dipandang sebagai penggenapan perintah yang diberikan oleh Habakuk. Namun, pada waktu itu tidak seorang pun memperhatikan bahwa suatu penundaan yang tampak dalam penggenapan penglihatan itu—suatu masa penantian—juga dikemukakan dalam nubuatan yang sama. Setelah kekecewaan itu, nas ini tampak sangat penting: ‘Sebab penglihatan itu masih menanti saat yang telah ditetapkan, tetapi pada akhirnya ia akan berbicara dan tidak berdusta; sekalipun ia berlambat-lambat, nantikanlah itu; sebab itu pasti akan datang, itu tidak akan berlambat-lambat.... Orang benar akan hidup oleh imannya.’”
Suatu bagian dari nubuat Yehezkiel juga menjadi sumber kekuatan dan penghiburan bagi orang-orang percaya: “Datanglah firman Tuhan kepadaku, demikian: Hai anak manusia, apakah gerangan peribahasa yang kamu ucapkan di tanah Israel ini, yang mengatakan: Hari-hari berlalu, dan setiap penglihatan lenyap? Sebab itu katakanlah kepada mereka: Beginilah firman Tuhan Allah.... Hari-hari itu sudah dekat, dan penggenapan setiap penglihatan.... Aku akan berfirman, dan firman yang akan Kufirmankan itu akan terjadi; itu tidak akan ditangguhkan lagi.” “Orang-orang dari kaum Israel berkata: Penglihatan yang dilihatnya itu mengenai masa yang masih lama, dan ia bernubuat tentang waktu yang masih jauh. Sebab itu katakanlah kepada mereka: Beginilah firman Tuhan Allah: Tidak satu pun dari firman-Ku akan ditangguhkan lagi, melainkan firman yang telah Kufirmankan itu akan terlaksana.” Yehezkiel 12:21–25, 27, 28.” Alfa dan Omega, jld. 8, hlm. 391–393.
Orang‑orang Millerit bukan sahaja melihat diri mereka sedang menggenapi perumpamaan tentang sepuluh anak dara dan Habakuk fasal dua, tetapi mereka juga dipimpin untuk melihat bahawa sejarah di mana mereka sedang menggenapi nubuat‑nubuat ini juga merupakan pengenalpastian Yehezkiel terhadap sejarah yang sama itu, di mana “akibat setiap penglihatan” akan digenapi. Garis sejarah yang melambangkan pemeteraian seratus empat puluh empat ribu itulah tempat akibat setiap penglihatan digenapi!
Metshi ye yi yimela tshifhinga tsha mvula ya u fhedza na u putelwa ha vha zwigidi zwa madana a nṋa na fuiṋa a fumi na nṋa zwi dzheniswa fhethu huthihi u khwaṱhisedza uri histori ya vhuporofita nga misi i na luswayo lwa Alfa na Omega.
Sejarah Millerit bermula dengan suara malaikat dalam Wahyu pasal sepuluh, dan berakhir dengan suara yang sama. 11 September 2001 bermula dengan suara pertama dalam Wahyu pasal delapan belas, dan berakhir dengan suara kedua dalam Wahyu pasal delapan belas. Habakuk pasal dua bermula dengan suara para penjaga, dan berakhir dengan suara penjaga Yeremia. Celaka pertama bermula dengan Mohammed, dan berakhir dengan Mohammed II. Celaka kedua bermula dengan pelepasan keempat malaikat Islam dan berakhir dengan pengekangan Islam.
Ⲧⲉⲙⲉⲑⲟⲇⲟⲗⲟⲅⲓⲁ ⲉⲧⲉ ⲡⲓⲟⲩⲁⲧⲁⲡⲟⲥⲧⲟⲗⲏ ⲛ̀ⲧⲉ ⲡⲓⲙⲟⲩⲓⲗϩⲉ ⲡⲉ, ⲧⲉ ⲡⲓⲙⲉⲑⲟⲇⲟⲥ “ⲥⲱⲛⲧ ϩⲓϫⲉⲛ ⲥⲱⲛⲧ” ⲛ̀ⲧⲉ Ⲏⲥⲁⲏⲁⲥ, ⲟⲩⲟϩ ⲛⲓⲥⲱⲛⲧ ⲉⲧⲟⲩϯⲟⲩⲟⲛϩ ϩⲁⲛⲟⲩⲱⲧ ⲉ̀ⲧⲁϣⲟⲩ ⲉⲡ̀ⲥⲉⲙⲛⲉ ⲛ̀ⲧⲉ ⲡⲓⲙⲏⲛⲩⲙⲁ ⲛ̀ⲧⲉ ⲡⲓⲙⲟⲩⲓⲗϩⲉ, ⲥⲉⲫⲁⲓ ϩⲓⲱⲟⲩ ⲛ̀ⲥⲁ ⲡⲓⲥⲓⲛⲓ ⲛ̀ⲧⲉ Ⲁⲗⲫⲁ ⲛⲉⲙ Ⲱⲙⲉⲅⲁ. Ⲡⲓϩⲟⲓ ⲛ̀ϣⲟⲣⲡ ⲛ̀ⲧⲉ Revelation ⲡⲓⲕⲉϥⲁⲗⲁⲓⲟⲛ ⲑ̀ⲯ, ⲁϥⲁⲣⲭⲏ ⲓⲱⲧⲉⲛ Mohammed ⲟⲩⲟϩ ⲁϥϫⲱⲕ ⲉ̀ⲃⲟⲗ ϧⲉⲛ Mohammed II. Ⲫⲁⲓ ⲡⲓⲕⲉⲣⲟⲥ ⲁⲩⲫⲟⲣϫϥ ⲉ̀ⲥⲛⲁⲩ ⲛ̀ⲣⲩⲑⲙⲟⲥ ⲛ̀ⲡⲟⲗⲉⲙⲟⲥ, ⲡⲓϣⲟⲣⲡ ⲡⲉ ϩⲁⲛϩⲉⲧϩⲱⲙⲓ ⲁⲧⲥⲉⲧⲙⲓ ϩⲓϫⲉⲛ Rome, ⲉⲧⲁⲩⲉⲣⲁⲣⲭⲏ ⲛ̀ϩⲁⲛⲉⲙⲉⲥⲧⲉⲛⲱⲧ ⲉⲧⲁⲩⲧⲁϣⲟ ϩⲓⲱⲟⲩ ⲉ̀ⲙⲁϣⲱⲧ ⲓⲱⲧⲉⲛ Abubakar, ⲧⲟⲧⲉ ⲟⲩⲟϩ ⲟⲩⲡⲉⲣⲓⲟⲇⲟⲥ ⲛ̀ϣⲉ ⲛ̀ⲣⲟⲙⲡⲓ ϩⲏⲧⲥ ⲡⲓϣⲟⲣⲡ ⲛ̀ⲥⲟϭⲛⲓ ⲛ̀ⲡⲟⲗⲉⲙⲟⲥ ⲛ̀ⲧⲉ Islam ⲁⲩⲁⲣⲓϥ.
ឆ្នាំមួយរយហាសិប ត្រូវបានតំណាងដោយព្យាករណ៍អំពីពេលវេលានៃ «ប្រាំខែ»។ វេទនាទីពីរក៏មានព្យាករណ៍អំពីពេលវេលាមួយដែរ គឺបីរយកៅសិបមួយឆ្នាំ និងដប់ប្រាំថ្ងៃ។ ដូច្នេះ ដោយសាររចនាសម្ព័ន្ធព្យាករណ៍នៃវេទនាទីមួយ និងវេទនាទីពីរ កំណត់អត្តសញ្ញាណចុងបញ្ចប់ដោយដើមកំណើត នោះវាមានការបែងចែកមួយរវាងការបោះត្រា និងអំឡុងពេលជាក់លាក់មួយ។ ដំណើរការនៃការបោះត្រា ត្រូវបានតំណាងនៅដើមប្រវត្តិសាស្ត្រនៃវេទនាទីមួយ ហើយវាត្រូវបានតំណាងនៅចុងបញ្ចប់នៃវេទនាទីពីរ។
Se latelang pengedapan dalam ayat empat, dalam celaka yang pertama, ialah “lima bulan” (seratus lima puluh tahun). Lima bulan itu dikenal pasti dua kali, sekali dalam ayat lima dan sekali lagi dalam ayat sepuluh. Yang mendahului proses pengedapan dari 11 Ogos 1840 hingga 22 Oktober 1844 dalam celaka yang kedua ialah nubuat tentang “jam, hari, bulan, dan tahun” (tiga ratus sembilan puluh satu tahun dan lima belas hari), dalam ayat lima belas. Bersama-sama dalam satu rangkaian yang berterusan, sangkakala yang kelima dan keenam bermula dan berakhir dengan suatu gambaran tentang proses pengedapan.
E le meela e mebedi, ge e dirišitšwe e le “mothelo godimo ga mothelo,” di supa mathomo le bofelo tšeo di swailwego ke Mohammed wa pele le Mohammed wa bobedi. “Mothelo godimo ga mothelo,” di supa dinako tše pedi tše di fapanego mothalong o mongwe le o mongwe, e lego tšeo di tšweletšwago ke gore mothalo o mongwe le o mongwe o na le boporofeta bja nako. Historing ya madimabe a pele, Islam e be e swanetše go “gobatša” Roma, gomme madimabeng a bobedi, e be e swanetše go “bolaya” Roma. Madimabe a pele e be e le ntwa ya marumo, ditšhoša le mesebe, gomme madimabe a bobedi a tliša sethunya-pfola bjalo ka dibetša.
“DITEMANA 10. Mme ba ne ba e-na le mehatla e tshwanang le ya diphepheng, mme go ne go na le ditlhaba mo mehatleng ya bone; mme thata ya bone e ne e le go utlwisa batho botlhoko dikgwedi di le tlhano. 11. Mme ba ne ba na le kgosi e e neng e ba busa, e leng moengele wa khuti e e senang botlase, yo leina la gagwe ka puo ya Sehebera e leng Abadone, mme ka puo ya Segerika o bidiwa Apolione.
“Dengan demikian, setakat ini Keith telah membekalkan kepada kita gambaran-gambaran tentang peniupan lima sangkakala yang pertama. Namun kini kita harus berpisah dengannya, dan beralih kepada penerapan ciri baharu nubuat yang diperkenalkan di sini; iaitu, tempoh-tempoh kenabian.
“Kwabo kwamandla okulimaza abantu izinyanga ezinhlanu.—1. Kuphakama umbuzo wokuthi, babengabobani abantu okwakufanele babalimaze izinyanga ezinhlanu?—Ngokungangabazeki, yibo labo ababeyakuthi emva kwalokho bababulale (bheka ivesi 15); ‘ingxenye yesithathu yabantu,’ noma ingxenye yesithathu yoMbuso WaseRoma,—okuyisigaba sawo samaGriki.
“2. Ba tshwanetse go simolola tiro ya bone ya tlhokofatso leng? Temana ya bo11 e araba potso eo.
“(1) ‘Mereka mempunyai seorang raja atas mereka.’ Sejak kematian Mohammed hingga menjelang akhir abad ketiga belas, orang-orang Mohammedan terpecah ke dalam pelbagai puak di bawah beberapa pemimpin, tanpa suatu pemerintahan sivil umum yang meliputi mereka semua. Menjelang akhir abad ketiga belas, Othman mendirikan suatu pemerintahan yang sejak itu dikenal sebagai pemerintahan atau empayar Uthmaniyyah, yang kemudian berkembang hingga meliputi semua suku Mohammedan yang utama, lalu menyatukan mereka ke dalam satu monarki agung.
“(2) Perwatakan raja itu. ‘Yang ialah malaikat jurang yang tidak berdasar itu.’ Malaikat menandakan seorang utusan, seorang pelayan, sama ada yang baik atau yang jahat, dan bukan selalu suatu makhluk rohani. ‘Malaikat jurang yang tidak berdasar itu,’ atau ketua pelayan agama yang datang dari situ apabila jurang itu dibuka. Agama itu ialah Mohammedanisme, dan sultan ialah ketua pelayannya. ‘Sultan, atau grand Seignior, sebagaimana ia disebut tanpa perbezaan, juga ialah Khalifah Tertinggi, atau imam besar, yang mempersatukan dalam dirinya martabat rohani yang tertinggi dengan kuasa duniawi yang tertinggi.’—World As It Is, hlm. 361.”
“(3) Nama-Nya. Dalam bahasa Ibrani, ‘Abaddon,’ si pembinasa; dalam bahasa Yunani, ‘Apollyon,’ seorang yang memusnahkan, atau membinasakan. Dengan mempunyai dua nama yang berlainan dalam dua bahasa, nyata bahawa yang dimaksudkan untuk digambarkan ialah watak kuasa itu, bukannya namanya. Jika demikian, sebagaimana dinyatakan dalam kedua-dua bahasa, dia ialah seorang pembinasa. Demikianlah sentiasa watak pemerintahan Uthmaniyyah.
“Lega eropa Othman a tlhasela mmuso wa Bagerika la ntlha leng?—Go ya ka Gibbon, *Decline and Fall*, jalo jalo, ‘Othman o ne a tsena la ntlha mo nageng ya Nicomedia ka letsatsi la bo27 la Phukwi, 1299.’”
“Perhitungan sesetengah penulis telah dibuat atas anggapan bahawa tempoh itu harus bermula dengan penubuhan empayar Uthmaniyyah; namun hal ini jelas suatu kesilapan; kerana mereka bukan sahaja harus mempunyai seorang raja atas mereka, tetapi juga harus menyeksa manusia selama lima bulan. Tetapi tempoh penyeksaan itu tidak mungkin bermula sebelum serangan pertama para penyeksa, iaitu, seperti yang dinyatakan di atas, 27 Julai 1299.
“Perhitungan yang menyusul, yang didasarkan pada titik awal ini, telah dibuat dan diterbitkan dalam sebuah karya berjudul, Kedatangan Kedua Kristus, dll., oleh J. Litch, pada tahun 1838.
“‘Nako maatlaang thla an ni theihna chu mihringte tihnatna atan a ni.’ Hei bakah an chungchang hriat tura thupek chu, reng rengin an buaina leh an rawn tlawhchhamna hmangin tihhrehawm tura a ni a, ram inrelbawlna lamah erawh an tihhlum tura a ni lo. ‘Thla nga,’ thla khatah ni sawmthum tih hi, ni za leh sawmnga a ni; hêng ni te hi entirna lam ni an nih avangin, kum za leh sawmnga an entir. July 27, 1299 atanga tan chuan, kum za leh sawmnga chu 1449 thlengin a thleng. Chumi hun zawng zawng chhung chuan, Turk-ho chu Grik ram uknate nena indona tawp nei lo deuhah an inhnam reng a; nimahsela, chu ram chu an hneh zo ta lo. Grik ram thenkhat chu an la ta a, an vawng reng bawk; mahse Constantinople-ah Grik-te zalenna chu a la awm reng. Mahse 1449-ah, kum za leh sawmnga tawpnaah chuan, thil danglamna pakhat a lo thleng a, a chanchin chu tawtawh berna tawngkam hnuah hmuh tur a ni.” Uriah Smith, Daniel and Revelation, 505–507.
យូរីយ៉ា ស្ម៊ីធ កំពុងដកស្រង់ការគណនារបស់យ៉ូសាយ៉ា លីត្ឈ អំពីរយៈពេលមួយរយហាសិបឆ្នាំ ដែលនៅពេលបញ្ចប់ហើយ នោះតំណាងឲ្យចំណុចចាប់ផ្ដើមសម្រាប់ព្រះបន្ទូលទំនាយនៃរយៈពេលបីរយកៅសិបមួយឆ្នាំ និងដប់ប្រាំថ្ងៃ នៅក្នុងត្រែបន្ទាប់។ ក្នុងការអធិប្បាយអំពីការព្យាករណ៍របស់លីត្ឈ ទាក់ទងនឹងព្រះបន្ទូលទំនាយពេលវេលាទាំងពីរដែលជាប់ទាក់ទងគ្នានេះ ស៊ីស្ទើរ វ៉ាយត៍ បានកត់ត្រាថា៖
“Ni mu mwaka wa 1840, ikindi gisohozwa cy’ ubuhanuzi gitangaje cyateye inyota n’ inyungu byagutse hose. Imyaka ibiri mbere yaho, Josiah Litch, umwe mu bakozi b’ ivugabutumwa b’ ingenzi babwirizaga ku kuza kwa kabiri, yasohoye isobanuro ry’ Ibyahishuwe 9, ahanura uguhirima kw’ Ingoma ya Ottoman. Dukurikije imibare ye, ubwo butegetsi bwagombaga guhirikwa ... ku wa 11 Kanama 1840, igihe ububasha bwa Ottoman i Constantinople bushobora kwitezwe ko buzavunwa. Kandi ibi, ndizera ko bizasangwa ari ko biri.”
“Pada saat yang tepat sebagaimana telah ditentukan, Turki, melalui para dutanya, menerima perlindungan kuasa-kuasa sekutu Eropa, dan dengan demikian menempatkan dirinya di bawah kendali bangsa-bangsa Kristen. Peristiwa itu dengan tepat menggenapi nubuatan tersebut. Ketika hal itu diketahui, banyak orang menjadi yakin akan kebenaran prinsip-prinsip penafsiran nubuatan yang dianut oleh Miller dan rekan-rekannya, dan suatu dorongan yang ajaib diberikan kepada gerakan Advent. Orang-orang yang berilmu dan berkedudukan bergabung dengan Miller, baik dalam memberitakan maupun dalam menerbitkan pandangan-pandangannya, dan dari tahun 1840 sampai 1844 pekerjaan itu meluas dengan pesat.” The Great Controversy, 334, 335.
Va u wa u vhuvhili vho ṱanganelana nga vhuporofita ha zwifhinga zwivhili zwo ṱanganelanaho. Vhaṋa ya u thoma i thoma nga tshifanyiso tsha u pfhatedzwa, nahone vhaṋa ya vhuvhili i fhela nga ḓivhazwakale ya Ṱhangule 11, 1840 u swika kha u lila ha phalaphala ya vhusumbe nga Ḽara 22, 1844, zwine na zwone zwa vha tshifanyiso tsha u pfhatedzwa. Mathomo na magumo zwi hwala tshiga tsha Alifa na Omega, ngauri, sa zwe zwa vha zwo ralo kha ḓivhazwakale ye Kristo a khwaṱhisedza mulanga kha vhege nthihi, tshifhinga tshi kovhekanywa nga zwipiḓa zwivhili. Tshifhinga tsha u thoma tshi thoma nga Mohammed wa u thoma, nahone tshi fhela nga Mohammed wa vhuvhili. Tshifhinga tsha vhuvhili tshi thoma nga “ipfi ḽi bvaho kha ṋanga nṋa dza aḽeṱare ya musuku ine ya vha phanḓa ha Mudzimu,” nahone tshi fhela nga “ipfi” ḽa Kristo, ḽi tshi ana “nga Ene a tshilaho lini na lini, we a sika ṱadulu, na zwithu zwi re khayo, na ḽifhasi, na zwithu zwi re khalo, na lwanzhe, na zwithu zwi re khalwo, uri hu si tsha ḓo vha na tshifhinga.”
Re tla tsweletsa thuto ena mo setlhogong se se latelang.
“প্রভুর জনগণের অতীত যাত্রাপথের মহান ইতিহাস সম্বন্ধে মনে সন্দেহ সৃষ্টি করার জন্য শয়তান যে কোনো প্রশ্ন জাগিয়ে তুলতে পারে, তা তার শয়তানী মহিমাকেই সন্তুষ্ট করবে এবং তা ঈশ্বরের প্রতি এক অপরাধ। ক্ষমতা ও মহামহিমায় আমাদের জগতে প্রভুর আসন্ন আগমনের সংবাদ সত্য, এবং 1840 সালে এর ঘোষণায় বহু কণ্ঠ উচ্চারিত হয়েছিল।” Manuscript Releases, volume 9, 134.