Kitab Yoel barangkali merupakan pewahyuan yang paling langsung mengenai hujan akhir di dalam Kitab Suci, dan Yoel memulai dengan terlebih dahulu merujuk kepada empat generasi kemurtadan yang digenapi oleh gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Laodikia. Keempat generasi kehancuran yang semakin meningkat yang dilukiskan dalam ayat-ayat pembuka Yoel itu selaras dengan empat kekejian yang semakin meningkat dalam Yehezkiel pasal delapan. Tahun 1863 hingga 1888 melambangkan generasi pertama, dan itu melambangkan penolakan terhadap pekabaran dasar kaum Millerit sebagaimana digambarkan pada bagan-bagan pelopor tahun 1843 dan 1850, sebagaimana dilukiskan dalam Habakuk pasal dua, dan yang melambangkan perjanjian sebagaimana diwakili oleh dua loh Sepuluh Perintah.

Tahun 1888 hingga 1919 melambangkan generasi yang menolak pengalaman pembenaran oleh iman, yang menghasilkan suatu pengalaman yang diwakili oleh gereja Filadelfia. Dalam generasi pertama, pemberontakan berpusat pada pekerjaan kepemimpinan yang diwakili oleh William Miller, dan dalam generasi kedua pada tahun 1888, kepemimpinan Roh Nubuatlah yang ditentang. Generasi ketiga, yakni tahun 1919, dimulai dengan buku William Warren Prescott, The Doctrine of Christ dan berakhir dengan buku Questions on Doctrine pada tahun 1956. Generasi ketiga itu adalah generasi kompromi dengan dunia ketika Adventisme berusaha memperoleh akreditasi praktik-praktik medisnya dari American Medical Association, dan akreditasi perguruan-perguruannya oleh para cendekiawan akademis Protestanisme murtad dan Katolik Roma.

Pada generasi ketiga, nasihat pendidikan yang berasal dari pena Ellen White ditolak dan digantikan dengan praktik-praktik pendidikan palsu dari dunia, sebagaimana diwakili oleh filsafat pendidikan Yunani. Pendidikan Yunani dilambangkan oleh dewi Athena yang dimuliakan dalam duplikat kuil Parthenon di Nashville, Tennessee.

Pendidikan yang sejati diteladankan dalam Alkitab melalui sekolah-sekolah para nabi yang berhubungan dengan nabi Elisa. Pemberontakan Makabe pada tahun 167 SM dan seterusnya hingga penghancuran Yerusalem pada tahun 70 M, sebagian besar merupakan suatu protes terhadap penetrasi pendidikan Yunani ke dalam kebudayaan dan bangsa di negeri harfiah yang mulia pada zaman kuno. Protes orang-orang Makabe adalah suatu pemberontakan terhadap pengaruh Yunani pada setiap tingkatan, tetapi pengaruh pendidikan Yunani begitu meresap dalam sejarah dan motivasi para fanatik Makabe sehingga hal itu tidak dapat dipisahkan dari kenyataan bahwa pendidikan Yunani barangkali merupakan faktor terbesar yang berhubungan dengan penolakan orang Yahudi terhadap Yesus Kristus sebagai Mesias mereka. Buku-buku telah ditulis yang mengidentifikasi pengaruh negatif pendidikan Yunani atas orang Yahudi dan sumbangan pendidikan palsu terhadap penolakan dan penyaliban Kristus oleh orang Yahudi.

Pemberontakan Makabe sejajar dengan pemberontakan tahun 1776 di negeri kemuliaan rohani modern. Saat ini terdapat lebih dari 4.000 universitas terdaftar di Amerika Serikat yang dibangun di atas filsafat pendidikan Yunani dan praktik pendidikan Jesuit. Anarki dan pelanggaran hukum selama lebih dari sepuluh tahun terakhir dapat ditelusuri secara langsung kepada apa yang disebut pusat-pusat pendidikan di Amerika Serikat yang selama beberapa dekade telah mengindoktrinasi para mahasiswa yang sebelumnya telah dikondisikan oleh sumber-sumber media dan hiburan untuk menerima filsafat-filsafat globalis yang berasal dari filsafat-filsafat setanis pada masa Revolusi Prancis. Para mahasiswa universitas masa kini telah lebih dahulu dikondisikan untuk menerima gaya hidup yang dilambangkan oleh Sodom dan Gomora sebelum mereka memasuki pusat-pusat pendidikan yang dirancang untuk menyerang orang kulit putih, orang-orang Kristen, dan sejarah Amerika yang sejati. Seorang warga Amerika Serikat pada masa kini yang ingin memahami sistem peradilan dua tingkat yang terus-menerus, yang menggenapi keadilan dan kebenaran yang dilemparkan ke jalan-jalan sebagaimana diidentifikasi dalam Alkitab dan Roh Nubuat, harus memahami bahwa keadaan-keadaan sekarang ini sedang dihasilkan oleh suatu serangan yang dirancang secara sengaja, yang diindoktrinasikan sejak tahun-tahun paling awal kehidupan oleh suatu sistem pendidikan yang dirancang untuk membawa umat manusia di bawah kendali kaum globalis elitis—kuasa naga!

Ada lima tema utama dalam tulisan-tulisan Ellen White: pendidikan, reformasi kesehatan, kehidupan Kristen, tema Pertentangan Besar, dan kesalehan praktis. Pendidikan adalah salah satu dari lima tema utama dalam Roh Nubuat, dan Ellen White adalah nabi alkitabiah sama seperti setiap nabi yang dicatat dalam Firman Allah. Di antara hal-hal lain, ini berarti bahwa kehidupannya merupakan teladan tentang dan bagi seratus empat puluh empat ribu orang. Sebelum ada orang yang mengira bahwa hanya Kristus sajalah yang harus menjadi teladan kita, Paulus menyatakan:

Sebab sekalipun kamu mempunyai sepuluh ribu pengajar dalam Kristus, kamu tidak mempunyai banyak bapa; karena dalam Kristus Yesus aku telah memperanakkan kamu melalui Injil. Sebab itu aku menasihatkan kamu: jadilah pengikutku. 1 Korintus 4:15, 16.

Sebagai seorang nabi, Ellen White adalah suatu teladan. Hanya ada satu kali Ellen White menerima peran sebagai anggota dewan, dan saat itu adalah sehubungan dengan pendirian sebuah perguruan tinggi yang menganut prinsip-prinsip pendidikan sejati sebagaimana dikemukakan sebagai salah satu dari lima tema utama pelayanannya. Perguruan tinggi di Madison, Tennessee itu terletak di dalam distrik metropolitan Nashville, Tennessee. Bukan saja ia setuju untuk menjadi anggota dewan pendiri Madison College dari tahun 1904 sampai satu tahun sebelum kematiannya pada tahun 1915, ia juga berperan penting dalam memilih tanah tempat perguruan tinggi itu didirikan. Nashville adalah pusat sistem pendidikan Yunani yang turut menghalangi orang-orang Yahudi untuk menerima Mesias mereka dalam sejarah Makabe, yang melambangkan Protestantisme yang murtad pada zaman di mana kita sekarang hidup. Garis Makabe ditegaskan dengan kuat dalam sejarah tersembunyi dari ayat empat puluh, yang melambangkan Protestantisme murtad yang kini telah sepenuhnya didoktrinasikan dengan buah-buah merusak yang sama dari pendidikan Yunani itu, sekalipun dalam suatu versi modern.

Pada generasi ketiga Adventisme, kepemimpinan yang telah menolak Roh Nubuat pada tahun 1888 memilih untuk menyerahkan sistem pendidikan mereka kepada struktur akreditasi dunia. Nashville melambangkan pusat simbolis bagi pendidikan yang benar maupun yang palsu. Nabi memilih kota yang sama yang dipilih dunia untuk mengabadikan pendidikan Yunani, sebab pendidikan Yunani didasarkan pada pemisahan kebenaran ke dalam mata pelajaran yang terpisah-pisah guna menghancurkan keutuhan. Pendidikan yang benar merupakan dasar yang fundamental bagi empat tema utama lainnya dari Sister White, yaitu reformasi kesehatan, kesalehan praktis, kehidupan Kristen, dan khususnya tema Kontroversi Besar.

Yesus senantiasa menggambarkan akhir dengan permulaan, dan ujian di Taman Eden menggambarkan ujian yang sekarang sedang dihadapi dunia. Ujian pada akhir adalah sama dengan setiap ujian alkitabiah, sebab Allah tidak pernah berubah. Ujian alkitabiah adalah suatu proses pengujian tiga langkah yang menghasilkan dua golongan yang dinyatakan pada akhir proses pengujian itu. Malaikat pertama mengungkapkan ketiga langkah itu sebagai takut akan Allah, memuliakan Dia, karena saat ujian batu lakmus penghakiman telah tiba. Langkah pertama adalah perintah untuk tidak makan dari pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat. Karena tidak memiliki takut akan Allah yang diperlukan, Hawa gagal dalam ujian pohon itu dan memakan buah yang dilambangkan sebagai yang baik maupun yang jahat. Takut Adam akan Allah tidak mencegah dia untuk turut masuk ke dalam pemberontakan pohon itu, dan penghakiman dijatuhkan atas mereka berdua, ketika mereka menyatakan suatu kehidupan tanpa kehadiran Keallahan yang tetap tinggal.

Ujian zaman akhir dimulai dengan suatu peringatan untuk memakan pertambahan pengetahuan yang dibukakan meterainya dalam penyataan Yesus Kristus tepat sebelum masa percobaan umat manusia berakhir. Baik dalam Adventisme maupun di luar Adventisme, ujian itu didasarkan pada penerimaan atau penolakan terhadap pertambahan “pengetahuan” yang dibukakan meterainya pada zaman kita. Ujian pengetahuan itu dilambangkan oleh pohon pengujian di Taman, yang melambangkan pengetahuan tentang yang baik ataupun yang jahat. Pendidikan yang benar ditempatkan dan dilambangkan di Nashville, Tennessee pada tahun 1904, dan pendidikan yang palsu ditempatkan dan dilambangkan di Nashville pada tahun 1897, lalu dibangun kembali sebagai suatu bangunan permanen pada tahun 1920. Dalam kehidupan sang nabiah, pendidikan yang benar diabadikan di Nashville, dan pendidikan yang palsu pun diabadikan. Setelah kematiannya pada tahun 1915, pendidikan yang palsu dipulihkan dalam pembangunan kedua dan permanen dari kuil Parthenon, dan pendidikan yang benar ditolak melalui kompromi dengan dunia oleh kepemimpinan gereja Laodikia Masehi Advent Hari Ketujuh.

Julukan Nashville, “Athena dari Selatan”, memengaruhi pemilihan bangunan itu sebagai pusat utama Exposition Centennial tahun 1897. Sejumlah bangunan pada pameran tersebut didasarkan pada bangunan-bangunan asli kuno. Namun, Parthenon adalah satu-satunya yang merupakan reproduksi persis. Nashville, Tennessee, pada masa kini terkenal karena musiknya, tetapi sebelum adanya Museum Johnny Cash, Nashville terkenal karena pendidikannya, bukan nyanyiannya.

Pada dasawarsa 1850-an, Nashville telah memperoleh julukan “Athena dari Selatan” karena telah mendirikan banyak lembaga pendidikan tinggi; kota itu merupakan kota pertama di wilayah selatan Amerika yang mendirikan sistem sekolah umum. Menjelang akhir abad itu, Nashville akan menyaksikan Fisk University, St. Cecilia Academy, Montgomery Bell Academy, Meharry Medical College, Belmont University, dan Vanderbilt University semuanya membuka pintu mereka. Pada masa itu, Nashville dikenal sebagai salah satu kota yang paling maju, berpendidikan, dan berbudaya di wilayah selatan, dipenuhi kekayaan dan kebudayaan.

Rahasia kedurhakaan dalam Firman yang diilhamkan adalah sekaligus kata benda dan kata kerja. Ilham mengidentifikasikan Setan, dan paus, yang oleh Sister White disebut sebagai “tangan kanan” Setan, sebagai rahasia kedurhakaan. Namun, “rahasia kedurhakaan” juga menggambarkan penggabungan kebenaran dan kesalahan. Empat generasi kemurtadan dalam kitab Yoel selaras dengan empat kekejian yang semakin meningkat dalam Yehezkiel pasal delapan. Kedua saksi itu selaras dengan empat jemaat pertama dalam kitab Wahyu, dan jemaat ketiga dilambangkan oleh kompromi Konstantinus terhadap Kekristenan yang dipadukan dengan kekafiran. Empat jemaat pertama itu selaras dengan sejarah Israel kuno, yang melambangkan sejarah Israel modern.

Dalam generasi ketiga Israel kuno, raja-raja Israel mengadakan persekutuan dengan bangsa-bangsa lain yang sama sekali tidak boleh dibawa ke dalam persekutuan dengan umat Allah. Keselarasan antara Israel harfiah kuno dan gereja Kristen sebagaimana dikemukakan dalam kitab Wahyu adalah suatu pokok nubuat yang dijelaskan dengan jelas dalam studi berjudul, Habakkuk’s Tables. Yoel menyelaraskan generasi keempat dan terakhir yang “disingkirkan” dari menjadi umat perjanjian pilihan Allah dengan dua puluh lima tua-tua yang sujud menyembah matahari dalam empat kekejian yang makin memuncak di kitab Yehezkiel. Generasi keempat itu, ketika Adventisme Hari Ketujuh Laodikia disingkirkan saat mereka sujud kepada matahari pada hukum hari Minggu, selaras dengan jemaat keempat, yaitu Tiatira, yang melambangkan pemerintahan kepausan baik pada tahun 538 maupun pada hukum hari Minggu yang akan segera datang. Jemaat ketiga, Pergamus, melambangkan “kompromi,” baik ketika Israel kuno bersekutu dengan kerajaan-kerajaan kafir, maupun ketika Konstantinus menggabungkan kekafiran dengan Kekristenan, dan kedua saksi itu berbicara kepada generasi ketiga dari binatang bumi dalam Wahyu pasal tiga belas.

Empat generasi Amerika Serikat, yang di antara kebenaran-kebenaran lainnya dilambangkan oleh Mesir selama masa perbudakan 400/430 tahun, berakhir dengan Firaun tenggelam di dalam air Laut Merah. Air itu menandai akhir bangsa yang harus dihakimi ketika Allah mendatangkan kelepasan bagi Israel kuno melalui nabi Musa. Amerika Serikat dihakimi dalam kurun waktu ketika penghakiman berakhir atas gereja Allah, maka perlu diperhatikan bahwa air yang mengakhiri hidup Firaun didatangkan ke atas Firaun oleh pelepasan angin timur yang telah menahan air itu pada tempatnya sementara Allah melepaskan umat pilihan-Nya. Angin timur adalah celaka yang ketiga yang menghantam hukum hari Minggu ketika gempa bumi dalam Wahyu sebelas tiba.

Generasi yang mendahului generasi keempat dan terakhir dari binatang bumi digenapi pada kedua tanduk, yakni tanduk Republik dan tanduk Protestan. Kompromi dari tanduk Republik yang diselesaikan pada generasi ketiganya terjadi pada masa sekitar Perang Dunia Pertama, dan hal itu menandai penyerahan struktur ekonomi Amerika Serikat kepada para globalis dari Federal Reserve. Pada periode yang sama, Adventisme Hari Ketujuh Laodikea berupaya agar pekerjaan medis dan pendidikannya “diakreditasi” menurut standar pendidikan dan pengobatan duniawi. Sebagai sebuah kata kerja, “rahasia kedurhakaan” melambangkan kompromi Konstantinus dan raja-raja Israel kuno dengan kuasa-kuasa dunia. Kata yang digunakan oleh ilham untuk menggambarkan kompromi itu adalah “amalgamation,” sebagaimana didefinisikan dalam kamus pada zaman Ellen White sebagai: “to mix or unite in an amalgam; to blend.” Pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat adalah pohon amalgamasi, pohon kompromi. “Konflik besar yang terakhir” adalah krisis undang-undang hari Minggu, dan persiapan Iblis untuk krisis itu adalah “rahasia kedurhakaan,” yang memadukan hikmat manusia dengan wahyu Ilahi.

“Setan sedang sibuk menyusun rencana-rencananya bagi konflik besar yang terakhir, ketika semua orang akan memihak....”

“Dengarkanlah suara-suara itu, perhatikanlah kuasa-kuasa yang berkuasa di dunia. Adakah suara doa? Adakah engkau melihat sesuatu tanda bahwa Allah diakui? Ada imam-imam, banyak sekali; tetapi mereka menginjak-injak hukum Yehova di bawah kaki mereka. Pakaian mereka dinajiskan oleh darah jiwa-jiwa. Orang banyak mempersembahkan korban kepada setan-setan. Lihatlah, hai kamu yang bimbang antara ketaatan dan ketidaktaatan. Pandanglah dalam khayal akan orang banyak yang sangat besar sedang beribadah di mezbah Setan. Dengarkanlah musik itu, bahasa itu, yang disebut pendidikan tinggi. Tetapi apakah yang Allah nyatakan tentang hal itu?—Rahasia kedurhakaan.” Pamphlets, 004, 11.

Dalam konflik terakhir, ketika “semua orang akan memihak,” ujian Taman Eden diulangi. Ujian yang pada mulanya terbatas pada sebuah pohon di tengah-tengah sebuah taman, diulangi pada akhir zaman di seluruh dunia. Pekerjaan Iblis yang mendahului pertempuran terakhir adalah “rahasia kedurhakaan,” yang didefinisikan sebagai “pendidikan tinggi!” Lambang “pendidikan tinggi” di negeri binatang bumi ditemukan di Nashville, Tennessee, ‘Athena dari Selatan,’ tempat kuil Parthenon berada, yang dikontraskan dengan pendidikan sejati yang dahulu diwakili di Nashville oleh Madison College. Pernyataan berikut dari ilham dikutip secara lengkap pada akhir artikel ini, tetapi beberapa pokok perlu dipertimbangkan pada saat ini.

“Semua orang membutuhkan hikmat untuk dengan saksama menyelidiki rahasia kedurhakaan yang mengambil bagian begitu besar dalam penutupan sejarah bumi ini....”

“Tidak ada jalan tengah menuju Firdaus yang dipulihkan. Pekabaran yang diberikan kepada manusia untuk hari-hari terakhir ini bukanlah untuk dicampurbaurkan dengan reka cipta manusia....”

“Mereka yang telah ditinggikan Allah kepada kedudukan-kedudukan kepercayaan yang tinggi dapat berbalik dari terang surga kepada hikmat manusia.... Semua orang yang hendak memiliki suatu tabiat yang akan menjadikan mereka sesama pekerja dengan Allah dan menerima perkenan Allah, harus memisahkan diri dari musuh-musuh Allah, dan mempertahankan kebenaran yang Kristus berikan kepada Yohanes untuk disampaikan kepada dunia.” Manuscript Releases, volume 18, 30–36.

“Semua” yang membutuhkan “hikmat” melambangkan semua orang yang dibawa ke dalam suatu proses pengujian yang pada akhirnya menghasilkan dua golongan penyembah. Yang “bijaksana” adalah mereka yang memperoleh “hikmat” yang diperlukan. Proses pengujian itu dimulai ketika wahyu Yesus Kristus dibuka meterainya, tepat sebelum berakhirnya masa kasihan bagi umat manusia. Pembukaan meterai itu memulai suatu “pertambahan pengetahuan.” Mereka yang dihadapkan kepada ujian yang berkaitan dengan wahyu Yesus Kristus akan memperoleh “minyak” pengetahuan nubuat yang dirancang untuk membimbing, mempersiapkan, dan menguduskan sebelum tibanya angin timur pada hukum hari Minggu. “Pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat” adalah lambang dari Roti Surga palsu yang harus dimakan atau ditolak.

Di Galilea, di sinagoge Kapernaum, Yesus kehilangan lebih banyak pengikut dalam satu peristiwa daripada pada waktu lain mana pun dalam pelayanan-Nya. Di sana ujian itu ialah apakah kata-kata nubuat Kristus bersifat harfiah atau rohani, dan mereka yang gagal dalam ujian itu, gagal—sebab mereka melupakan bahwa manusia harus hidup dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah. Kristus telah menyatakan dengan jelas bahwa Ia adalah Roti yang turun dari surga dan mereka yang gagal dalam ujian itu telah mencampurkan Kebenaran dengan hikmat manusia, yang dilambangkan oleh orang-orang Yunani.

Sebelum Hawa memulai kegagalan di taman itu, Kristus telah memerintahkan baik Adam maupun Hawa untuk tidak memakan buah dari pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat. Yang pertama dari tiga langkah Injil yang kekal adalah takut akan Allah.

“Biarlah pikiran memahami kebenaran-kebenaran agung dari wahyu, maka ia tidak akan pernah puas menggunakan kuasa-kuasanya pada tema-tema yang remeh; ia akan berpaling dengan jijik dari bacaan picisan dan hiburan sia-sia yang sedang merusak moral kaum muda pada zaman ini. Mereka yang telah bersekutu dengan para penyair dan orang-orang bijaksana dalam Alkitab, dan yang jiwanya telah digerakkan oleh perbuatan-perbuatan mulia para pahlawan iman, akan keluar dari ladang-ladang pemikiran yang kaya itu dengan hati yang jauh lebih murni dan budi yang lebih luhur daripada jika mereka sibuk mempelajari para penulis sekuler yang paling termasyhur, atau dalam merenungkan dan memuliakan berbagai tindakan Firaun, Herodes, dan Kaisar dunia ini.

“Kuasa-kausa kaum muda kebanyakan masih terpendam, karena mereka tidak menjadikan takut akan Allah sebagai permulaan hikmat. Tuhan memberikan kepada Daniel hikmat dan pengetahuan, karena ia tidak mau dipengaruhi oleh kuasa apa pun yang akan mengganggu prinsip-prinsip agamanya. Alasan mengapa kita memiliki begitu sedikit orang yang berakal budi, yang teguh dan bernilai kukuh, adalah karena mereka mengira dapat memperoleh kebesaran sementara memutuskan hubungan dengan Surga.” Messages to Young People, 255, 256.

Hawa telah kehilangan “takut akan Allah”-nya. Seharusnya ia gentar terhadap firman Allah, yang merupakan suatu sifat dari seratus empat puluh empat ribu orang itu. Takut akan Allah adalah yang pertama dari tiga ujian, dan hal itu dimulai ketika Firman nubuat dibukakan meterainya, yang pada akhirnya menghasilkan satu golongan bijaksana dan satu golongan bodoh. Permulaan bagi mereka yang ditetapkan untuk menjadi bijaksana adalah gentar terhadap firman Allah. Hawa tidak melakukan hal ini, dan ketika diperhadapkan pada langkah kedua dari proses pengujian itu ia tidak mampu memuliakan Allah, lalu kemudian diperhadapkan pada saat penghakiman ketika ia menyatakan ketelanjangan Laodikia.

“Semua orang yang hendak menyempurnakan tabiat Kristen harus memikul kuk Kristus. Jika mereka hendak duduk bersama-sama di tempat-tempat surgawi dalam Kristus Yesus, mereka harus belajar daripada-Nya selagi berada di bumi ini. Kristus tidak berkenan kepada diri-Nya sendiri. Seluruh hidup-Nya merupakan pengembangan kebajikan yang murni dan tanpa pamrih. Ia mengambil natur manusia untuk menunjukkan kepada dunia yang telah jatuh, kepada Iblis dan sinagogenya, kepada semesta surga, kepada dunia-dunia yang tidak jatuh, bahwa natur manusia, yang dipersatukan dengan natur ilahi-Nya, dapat menjadi sepenuhnya taat kepada hukum Allah. Semua orang perlu bertanya, ‘Apakah yang harus kuperbuat supaya aku selamat?’ Allah menuntut hati yang rendah dan remuk, yang gemetar terhadap firman-Nya. Hanya dari mezbah ilahi kita dapat menerima obor surgawi, yang apabila diterima, akan memberi kita pandangan yang penuh tentang ketidakcakapan kita, dan menyatakan kepada kita martabat dan kemuliaan Kristus. Ketika hal ini terlihat, Allah menempatkan kita di bawah bimbingan Roh Kudus, dan Ia akan menuntun kita ke dalam seluruh kebenaran.” Bible Echo, 20 Juli 1896.

Peleburan kebenaran dan kesesatan adalah pekerjaan Setan yang diidentifikasi sebagai rahasia kedurhakaan. Kompromi seluruh umat manusia dalam pergerakan-pergerakan terakhir penghakiman pemeriksaan diabadikan dalam kuil Parthenon di Nashville, Tennessee.

“Tidaklah bijaksana mengirim kaum muda kita ke universitas-universitas tempat mereka mencurahkan waktu mereka untuk memperoleh pengetahuan tentang bahasa Yunani dan Latin, sementara kepala dan hati mereka dipenuhi dengan perasaan-perasaan para penulis kafir yang mereka pelajari agar dapat menguasai bahasa-bahasa itu. Mereka memperoleh suatu pengetahuan yang sama sekali tidak diperlukan, ataupun selaras dengan pelajaran-pelajaran dari Sang Guru Agung. Pada umumnya mereka yang dididik dengan cara ini memiliki harga diri yang sangat tinggi. Mereka menganggap bahwa mereka telah mencapai puncak pendidikan tinggi, dan bersikap dengan sombong, seolah-olah mereka bukan lagi orang-orang yang sedang belajar. Mereka menjadi rusak bagi pelayanan kepada Allah. Waktu, sarana, dan pembelajaran yang telah dicurahkan banyak orang untuk memperoleh pendidikan yang secara perbandingan tidak berguna seharusnya dipakai untuk memperoleh suatu pendidikan yang akan menjadikan mereka pria dan wanita yang berkembang seutuhnya, diperlengkapi bagi kehidupan praktis. Pendidikan semacam itu akan menjadi sangat bernilai bagi mereka.

“Apa yang dibawa para siswa ketika mereka meninggalkan sekolah-sekolah kita? Ke manakah mereka pergi? Apa yang akan mereka lakukan? Apakah mereka memiliki pengetahuan yang akan memampukan mereka mengajar orang lain? Sudahkah mereka dididik untuk menjadi ayah dan ibu yang bijaksana? Dapatkah mereka berdiri sebagai kepala keluarga sebagai pengajar yang arif? Dalam kehidupan rumah tangga mereka, dapatkah mereka mendidik anak-anak mereka sedemikian rupa sehingga keluarga mereka menjadi keluarga yang dapat dipandang Allah dengan senang, karena itu adalah lambang keluarga di surga? Sudahkah mereka menerima satu-satunya pendidikan yang sungguh-sungguh dapat disebut ‘pendidikan tinggi’?”

“Apakah pendidikan tinggi itu? Tidak ada pendidikan yang dapat disebut pendidikan tinggi kecuali apabila pendidikan itu memancarkan keserupaan dengan surga, kecuali apabila pendidikan itu menuntun kaum muda pria dan kaum muda wanita untuk menjadi serupa dengan Kristus, dan mempersiapkan mereka untuk berdiri sebagai kepala keluarga mereka di tempat Allah. Jika, selama masa sekolahnya, seorang pemuda gagal memperoleh pengetahuan tentang bahasa Yunani dan Latin serta gagasan-gagasan yang terkandung dalam karya para penulis kafir, ia tidak mengalami banyak kerugian. Jika Yesus Kristus menganggap jenis pendidikan ini penting, tidakkah Ia akan memberikannya kepada murid-murid-Nya, yang sedang dididik-Nya untuk melaksanakan pekerjaan terbesar yang pernah dipercayakan kepada manusia fana, yaitu mewakili Dia di dunia? Tetapi sebaliknya, Ia menempatkan kebenaran yang kudus ke dalam tangan mereka, untuk diberikan kepada dunia dalam kesederhanaannya.

“Ada saat-saat ketika para sarjana bahasa Yunani dan Latin diperlukan. Sebagian orang harus mempelajari bahasa-bahasa ini. Hal itu baik. Tetapi tidak semua orang, dan tidak banyak orang, harus mempelajarinya. Mereka yang berpikir bahwa pengetahuan tentang bahasa Yunani dan Latin adalah sesuatu yang penting bagi pendidikan yang lebih tinggi, tidak dapat melihat jauh ke depan. Demikian pula, pengetahuan tentang misteri-misteri dari apa yang oleh orang-orang dunia disebut ilmu pengetahuan tidaklah perlu untuk masuk ke dalam kerajaan Allah. Satanalah yang memenuhi pikiran dengan sofistri dan tradisi, yang menyingkirkan pendidikan tinggi yang sejati, dan yang akan binasa bersama dengan si pelajar.

“Mereka yang telah menerima pendidikan yang palsu tidak memandang ke surga. Mereka tidak dapat melihat Dia yang adalah Terang yang sejati, ‘yang menerangi setiap orang yang datang ke dalam dunia.’ Mereka memandang kenyataan-kenyataan kekal sebagai hantu belaka, menyebut sebuah atom sebagai dunia, dan sebuah dunia sebagai atom. Tentang banyak orang yang telah menerima apa yang disebut pendidikan yang lebih tinggi itu, Allah menyatakan, ‘Engkau ditimbang dengan neraca dan didapati kurang,’—kurang dalam pengetahuan tentang urusan-urusan praktis, kurang dalam pengetahuan tentang bagaimana memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya, kurang dalam pengetahuan tentang bagaimana bekerja bagi Yesus.” Review and Herald, 17 Agustus 1897.

Peringatan melalui bola-bola api di Nashville bukanlah terhadap sebuah kota secara sewenang-wenang; itu adalah suatu penghakiman langsung yang didatangkan atas umat Masehi Advent Hari Ketujuh, Amerika Serikat, dan dunia. Bola-bola api di Nashville melambangkan atribut-atribut yang berbeda bagi berbagai kategori Adventisme, binatang bumi, dan dunia. Bola-bola api di Nashville adalah penghakiman Allah atas pendidikan palsu, yang dilambangkan oleh pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat.

Kita akan melanjutkan kajian ini dalam artikel berikutnya.

“Dengan berbagai gambaran Tuhan Yesus memperlihatkan kepada Yohanes tabiat fasik dan pengaruh yang menggoda dari mereka yang telah dikenal karena penganiayaan mereka terhadap umat Allah. Semua orang memerlukan hikmat untuk dengan saksama menyelidiki rahasia kedurhakaan yang memegang peranan begitu besar dalam penutupan sejarah bumi ini. Penyingkapan Allah mengenai perbuatan-perbuatan keji para penghuni kuasa-kuasa yang memerintah dunia, yang mengikatkan diri mereka ke dalam perkumpulan-perkumpulan rahasia dan persekutuan-persekutuan, dengan tidak menghormati hukum Allah, seharusnya memampukan umat yang memiliki terang kebenaran untuk menjaga diri tetap bersih dari semua kejahatan ini. Semakin lama semakin nyatalah semua penganut agama palsu di dunia ini dalam perbuatan-perbuatan jahat mereka; karena hanya ada dua golongan, yaitu mereka yang menuruti perintah-perintah Allah dan mereka yang berperang melawan hukum Allah yang kudus....”

“Permusuhan antara benih perempuan dan ular itu ditetapkan dengan jelas oleh Tuhan. ‘Dan Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; ia akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya.’ ‘Lalu kepada Adam Ia berfirman, Karena engkau mendengarkan perkataan istrimu dan memakan dari pohon yang telah Kuperintahkan kepadamu dengan firman: Janganlah engkau memakannya, maka terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu daripadanya seumur hidupmu; semak duri dan rumput duri akan dihasilkannya bagimu, dan engkau akan memakan tumbuh-tumbuhan di padang; dengan berpeluh engkau akan makan roti, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, sebab dari situlah engkau diambil; karena engkau debu, dan engkau akan kembali menjadi debu.’”

“Dengan mengikuti jalannya sendiri, dengan bertindak selaras dengan pencobaan Iblis dan berlawanan dengan kehendak Allah yang telah diketahuinya, manusia dengan sia-sia berusaha meninggikan dan memberkati dirinya sendiri. Dengan demikian ia memperoleh pengetahuan berdasarkan pengalaman tentang ketidaktaatan terhadap perintah-perintah Allah. Dengan demikian ia mengenal yang baik dan yang jahat; dengan demikian ia kehilangan kesetiaan dan loyalitasnya kepada Allah serta membuka pintu air kejahatan dan penderitaan bagi seluruh keluarga manusia. Betapa banyak orang pada zaman ini sedang melakukan percobaan yang sama! Bilakah manusia akan belajar bahwa satu-satunya sarana bagi keselamatannya adalah melalui kepercayaan yang penuh pada suatu ‘demikianlah firman Tuhan’?”

“Iblis sedang berusaha menyusupkan rekaannya sendiri kepada anak-anak Allah melalui cara-cara manusia. Ia berusaha untuk diterima sebagai Allah, atau bahkan ditempatkan di atas Allah.

“Dengan mengubah hari Sabat menjadi hari pertama dalam pekan, ia menuntun manusia untuk tidak mempercayai pernyataan-pernyataan Allah, dan dengan demikian memandang jalan-jalan serta rencana-rencana mereka sendiri seolah-olah tampak sangat bijaksana dalam pandangan mereka sendiri dan dalam pertimbangan mereka yang telah diselewengkan. Melalui kebijakan manusia ia menuntun manusia untuk menganggap perintah-perintah Allah yang dinyatakan secara jelas sebagai kurang berkuasa daripada tradisi manusia, dan menganggap penyimpangan dari hukum itu, yang senantiasa kudus, adil, dan baik, sebagai perkara yang kecil. Ia melihat bahwa dengan demikian mencegah sarana-sarana manusia berjalan sebagai anak-anak yang taat dalam keselarasan dengan Allah, ia dapat menghalangi terlaksananya pekerjaan Allah di dunia kita.”

“Tetapi persekongkolan Iblis dengan sarana-sarana manusia yang berdiri dalam kedudukan yang bertanggung jawab sama patut ditakuti dan dihindari sekarang sesudah percobaan dosa telah dijalankan, sebagaimana halnya dalam kasus nenek moyang kita yang pertama. Saya diinstruksikan untuk mengatakan bahwa orang-orang yang ditempatkan dalam posisi tanggung jawab dalam pekerjaan Allah telah melebih-lebihkan hak mereka untuk mengendalikan orang lain. Kedudukan yang diduduki seseorang tidak mengubah tabiatnya. Sebagian orang tampaknya merasa bahwa mereka harus merancang bagi gereja-gereja dan bagi sanatorium-sanatorium, dan bahwa tidak boleh ada pertanyaan terhadap pertimbangan mereka. Biarlah mereka belajar dari Yesus pada setiap langkah. Dialah yang harus menjadi otoritas tertinggi bagi setiap orang.”

“Ia yang kerap kali telah menjadi Pengajar kita berfirman, ‘Betapa sukarnya bagi manusia untuk hidup dengan rendah hati di hadapan Allahnya, dengan roh yang remuk hati menempuh jalan Allah dan menolak usul-usul Setan yang tampaknya menawarkan keuntungan-keuntungan duniawi yang besar.’ Pengaruh dari tindakan manusia mengikuti kehendaknya sendiri, sebagai ganti berdiri teguh di atas dasar yang kokoh yang hanya Allah sendiri telah letakkan, telah berulang kali tampak. Menolak berjalan di jalan-jalan lurus yang telah Allah nyatakan akan membawa mereka kepada kekacauan dan tidak akan mengajarkan hikmat kepada orang lain yang mengalami ujian dan pencobaan yang sama. Bilakah manusia akan belajar bahwa Allah adalah Allah, dan bukan manusia sehingga Ia berubah?”

“Sebagian orang yang telah menyimpang dari jalan yang benar terus-menerus berada dalam kegairahan yang berkobar-kobar untuk memegang tanggung jawab yang tidak dibebankan Allah kepada mereka. Allah memanggil setiap pelayan Injil dan setiap tabib untuk mempertahankan kesederhanaan kebenaran. Anak Allah, yang dinyatakan baik dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru, adalah Juruselamat dunia kita pada masa kini. Dari-Nya setiap misionaris medis harus menerima pelatihannya. Kecuali ia memisahkan dirinya dari penghulu kuasa udara, ia akan menyesatkan jiwa-jiwa yang menaruh kepercayaan kepadanya. Hendaklah semua orang waspada terhadap orang-orang yang demikian terdidik dan ditinggikan sehingga rencana-rencana mereka tidak dapat dipahami oleh orang-orang biasa.

“Muslihat dosa melampaui segala pemahaman yang tak terbatas. Setiap malapetaka, setiap penderitaan dan kematian, adalah bukti bukan hanya tentang kuasa kejahatan, melainkan juga tentang kebenaran Allah yang hidup. Setelah mengenal kebenaran, firman Allah yang hidup, yang tetap untuk selama-lamanya, dan yang melalui penurutan memberikan hidup, kelemahan manusia dalam menyesuaikan diri dengan kecerdikan Iblis sungguh amat mengherankan. Semua yang diajar oleh Allah mengenal Kristus sebagai Anak-Nya. Semua yang tidak percaya kepada pernyataan-pernyataan Allah yang telah diketahui menunjukkan betapa besarnya daya tarik dosa, dan tidak bekerja di pihak kehidupan dan keabadian yang dinyatakan melalui pengudusan kebenaran yang sempurna. Kecuali mereka mengadakan perubahan dalam tabiat, dalam perkataan, dan dalam roh, jiwa-jiwa akan binasa.

“Tidak ada jalan tengah menuju Firdaus yang dipulihkan. Pekabaran yang diberikan kepada manusia untuk hari-hari terakhir ini tidak boleh bercampur dengan reka daya manusia. Kita tidak boleh bersandar pada kebijakan para ahli hukum duniawi. Kita harus menjadi orang-orang yang rendah hati dalam doa, tidak bertindak seperti mereka yang telah dibutakan oleh sarana-sarana Iblis.

“Banyak orang memiliki iman, tetapi bukan iman yang bekerja oleh kasih dan menyucikan jiwa. Iman yang menyelamatkan bukan sekadar kepercayaan belaka kepada kebenaran. ‘Setan-setan pun percaya, dan gemetar.’ Ilham Roh Allah memberikan kepada manusia suatu iman yang merupakan kuasa pendorong yang membentuk tabiat, dan menuntun manusia lebih tinggi daripada tindakan-tindakan formal belaka. Perkataan, perbuatan, dan roh harus memberi kesaksian tentang kenyataan bahwa kita adalah pengikut Kristus.

“Terang dan berkat terbesar yang telah Allah anugerahkan bukanlah suatu jaminan terhadap pelanggaran dan kemurtadan pada akhir zaman ini. Mereka yang telah Allah tinggikan ke kedudukan-kedudukan kepercayaan yang tinggi dapat berpaling dari terang surga kepada hikmat manusia. Maka terang mereka akan menjadi kegelapan, kemampuan-kemampuan yang dipercayakan Allah kepada mereka menjadi jerat, tabiat mereka menjadi suatu pelanggaran di hadapan Allah. Allah tidak dapat dipermainkan. Penyimpangan dari-Nya telah dan akan selalu diikuti oleh akibat-akibatnya yang pasti. Perbuatan-perbuatan yang tidak menyenangkan Allah, kecuali dengan tegas disesali dan ditinggalkan, alih-alih berusaha membenarkannya, akan menuntun si pelaku kejahatan selangkah demi selangkah ke dalam penipuan sampai banyak dosa dilakukan tanpa hukuman. Semua orang yang hendak memiliki tabiat yang akan menjadikan mereka rekan sekerja dengan Allah dan menerima perkenan Allah, harus memisahkan diri dari musuh-musuh Allah, dan mempertahankan kebenaran yang Kristus berikan kepada Yohanes untuk diberikan kepada dunia.” Manuscript Releases, volume 18, 30–36.